Rastranews.id, Makassar – Kapolres Pelabuhan Makassar, AKBP Rise Sandiyantanti meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jalan Hatta, kawasan Pelabuhan Soekarno Hatta, Jumat (13/2/2026).

Peresmian tersebut turut dihadiri Wakil Ketua Bhayangkari Sulsel Ny. Lina Nasri serta Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham.

Peresmian SPPG ini merupakan bentuk dukungan Polres Pelabuhan Makassar terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Melalui SPPG tersebut, sebanyak 3.548 siswa dari berbagai jenjang pendidikan akan menerima manfaat MBG.

Rinciannya, dua TK/sederajat dengan total 90 siswa, tujuh SD/sederajat sebanyak 1.679 siswa, dua SMP/sederajat dengan 1.515 siswa, serta dua SMA/sederajat dengan 264 siswa penerima manfaat.

AKBP Rise Sandiyantanti menjelaskan, untuk tahap awal di wilayah hukum Polres Pelabuhan Makassar baru satu SPPG yang dioperasikan. Meski demikian, jumlah penerima manfaat telah mencapai sekitar 3.500 siswa.

“Selain peresmian SPPG ini, kami juga mengikuti secara virtual peresmian SPPG dan gudang ketahanan pangan yang dilakukan oleh Bapak Presiden dan Bapak Kapolri,” ujarnya.

Ia berharap keberadaan SPPG tidak hanya berdampak pada peningkatan asupan gizi siswa, tetapi juga memberikan efek ekonomi dengan membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar.

Menurutnya, Polres Pelabuhan Makassar berkomitmen memastikan pengelolaan SPPG dilakukan secara profesional, transparan, dan berkelanjutan dengan standar pelayanan yang berkualitas.

“Melalui SPPG, Polri ingin semakin dekat dengan masyarakat, berkontribusi dalam pelayanan sosial, serta mendukung kebijakan strategis nasional demi terciptanya stabilitas keamanan dan kesejahteraan,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham menyampaikan dukungan Pemerintah Kota Makassar atas hadirnya SPPG di wilayah pelabuhan.

Ia berharap program tersebut dapat menjangkau sekolah-sekolah di sekitar kawasan pelabuhan, serta memberikan manfaat tidak hanya bagi siswa, tetapi juga ibu hamil dan anak-anak yang rentan stunting.

“Semoga program ini dapat kita kawal bersama sehingga cita-cita menghadirkan generasi muda yang sehat dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045 dapat terwujud,” tutupnya. (JY)