RastraNews.id, Luwu Timur – Pemkab Luwu Timur terus mendorong lahirnya inovasi di berbagai sektor pelayanan publik. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui peluncuran enam proyek perubahan yang digagas para pejabat pimpinan tinggi pratama lingkup Pemkab Luwu Timur dalam rangka Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II LAN Angkatan IV Tahun 2026.

Enam terobosan tersebut secara resmi diluncurkan oleh Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, didampingi Wakil Bupati Hj. Puspawati Husler, pada malam penganugerahan Bupati Awards 2026 yang berlangsung di Lapangan Pendidikan Malili, Senin (8/6/2026).

Berbagai inovasi yang diperkenalkan menyasar sektor strategis, mulai dari peningkatan pendapatan daerah, pelayanan perizinan, pertanian, pemerintahan desa, pengelolaan lingkungan hidup hingga transformasi digital pendidikan.

Salah satu inovasi yang menjadi perhatian adalah SIGAP (Strategi Pemantauan PAD) yang digagas Kepala Badan Pendapatan Daerah, Muhammad Yusri. Program ini dirancang untuk memperkuat pengawasan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sistem pemantauan berbasis dashboard yang dapat diakses secara real time. Selain itu, SIGAP juga dilengkapi fitur peringatan dini guna mendeteksi potensi tunggakan pajak dan meningkatkan kepatuhan wajib pajak.

Di sektor pendidikan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menghadirkan SI-PINTAR JUARA (Sistem Informasi Pengelolaan Instrumen Tenaga Ajar, Pelajar Maju dan Sejahtera). Inovasi yang digagas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Raoda K, ini mengintegrasikan data guru, peserta didik, serta sarana dan prasarana pendidikan dalam satu sistem digital untuk mendukung perumusan kebijakan yang lebih tepat dan berbasis data.

Sementara itu, pelayanan perizinan diperkuat melalui SIMPADI PTSP (Sistem Peringatan Dini Pelayanan Terpadu Satu Pintu) yang diinisiasi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Agus Thobrani. Sistem ini bertujuan mempercepat proses layanan sekaligus memastikan transparansi dan ketepatan waktu dalam penyelesaian perizinan.

Di bidang pembangunan desa, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Awaluddin Anwar, menggagas RANCANG DESA, sebuah sistem yang berfokus pada sinkronisasi dokumen perencanaan dan penganggaran desa. Melalui program ini, mulai dari RPJMDes, RKPDes hingga APBDes diharapkan dapat selaras dengan arah pembangunan daerah yang tertuang dalam RPJMD Kabupaten Luwu Timur.

Pemkab Luwu Timur juga menghadirkan inovasi di sektor lingkungan melalui SINAR 3R (Sinergisitas 3R) yang digagas Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Umar Hasan Dalle. Program ini mendorong perubahan pola pengelolaan sampah dengan mengedepankan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle agar pengurangan sampah dapat dimulai langsung dari sumbernya.

Sedangkan di sektor pertanian, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Subhang, memperkenalkan MELIMPAH (Mengelola Penyaluran Saprodi Menuju Petani Maju dan Sejahtera). Inovasi ini diharapkan mampu mempermudah petani dalam memperoleh sarana produksi pertanian sehingga produktivitas dan kesejahteraan petani dapat terus meningkat.

Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, mengatakan bahwa peluncuran enam proyek perubahan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam membangun budaya inovasi di lingkungan birokrasi.

Menurutnya, berbagai terobosan yang lahir dari para kepala perangkat daerah diharapkan tidak hanya menjadi proyek jangka pendek, tetapi mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui peningkatan kualitas pelayanan publik, tata kelola pemerintahan yang semakin baik, serta percepatan pembangunan daerah.

“Peluncuran enam proyek perubahan tersebut menjadi bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dalam mendorong lahirnya berbagai inovasi daerah yang berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik, tata kelola pemerintahan yang lebih baik, serta percepatan pencapaian visi pembangunan daerah,” ujar Irwan. (*)