RastraNews.id, Luwu Timur – Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam menemukan persoalan kapasitas ruang kerja saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Luwu Timur, Rabu (2/9/2026).

Jumlah pegawai yang cukup banyak dinilai tidak sebanding dengan luas ruangan yang tersedia. Kondisi tersebut membuat sejumlah ruang kerja terlihat padat dan membutuhkan penataan maupun pengembangan fasilitas.

Irwan pun tidak hanya memantau aktivitas dan kinerja aparatur sipil negara (ASN), tetapi langsung meminta jajaran Dinkes menyiapkan solusi jangka panjang.

Ia menginstruksikan pemanfaatan sisa lahan pekarangan kantor untuk pengembangan fasilitas, termasuk pembangunan gedung baru.

Keliling Ruang Kerja, Cek Kondisi ASN

Dalam sidak tersebut, Irwan menyisir sejumlah unit kerja, mulai dari Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas), hingga Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes).

Selain kapasitas ruangan, kebersihan dan kerapian ruang kerja turut menjadi perhatian.

Irwan meminta pegawai tidak membiarkan meja dan peralatan kerja dalam kondisi berantakan setelah digunakan.

“Selepas menggunakan barang, tata kembali supaya terlihat rapi dan enak dipandang. Kalau lingkungan bersih, kerja pun nanti bakal nyaman,” ujar Irwan.

Menurutnya, lingkungan kerja yang tertata bukan sekadar persoalan estetika, tetapi turut menunjang kenyamanan dan produktivitas pegawai dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Ambulans PSC 119 Ikut Dicek

Didampingi Plt. Kepala Dinas Kesehatan Luwu Timur dr. Helmy Kahar, peninjauan kemudian berlanjut ke area luar kantor.

Irwan mengecek langsung kesiapan armada ambulans PSC 119 yang digunakan untuk mendukung layanan kesehatan darurat.

Ia mengapresiasi kondisi operasional kendaraan yang dinilai masih baik. Namun, Irwan meminta dilakukan pembaruan stiker pada bodi ambulans agar tampil lebih modern, rapi dan representatif ketika digunakan dalam pelayanan di lapangan.

Minta Bangun Gedung dan Benahi Parkir

Persoalan keterbatasan ruang kerja menjadi perhatian utama Irwan. Ia meminta dr. Helmy tidak hanya melakukan penataan internal, tetapi mulai menyiapkan pengembangan fasilitas secara menyeluruh.

Sisa area pekarangan kantor diminta dimanfaatkan untuk pembangunan gedung baru. Rencana tersebut mencakup penyediaan aula di sekitar Gedung Utama serta penataan area parkir agar lebih tertib.

Instruksi itu diarahkan untuk menjawab kebutuhan ruang kerja yang semakin besar sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang lebih layak bagi tenaga medis dan staf Dinkes.

Bagi Irwan, pembenahan fasilitas pemerintahan harus berujung pada satu tujuan: memperkuat kualitas pelayanan publik, khususnya layanan kesehatan bagi masyarakat Luwu Timur.