Rastranews.id, Makassar – Suasana haru dan penuh kebanggaan mewarnai Yudisium dan Ramah Tamah Fakultas Kesehatan (Fakes) Universitas Pejuang Republik Indonesia (UPRI). Ratusan mahasiswa yang telah menuntaskan perjuangan akademiknya resmi melangkah ke gerbang baru sebagai calon sarjana dan magister kesehatan masyarakat.

Prosesi yudisium yang digelar di Hotel Swiss-Belinn Panakkukang, Makassar, Rabu (11/2/2026), mengusung tema “Adaptif, Inovatif, dan Kolaboratif Menuju Fakes Unggul UPRI Jaya”. Tema tersebut mencerminkan arah dan visi Fakes UPRI dalam mencetak lulusan yang siap menjawab tantangan zaman.

Dekan Fakes UPRI, Erni Kadir, tak menyembunyikan rasa syukurnya atas capaian tahun ini. Sebanyak 89 lulusan sarjana dan 29 lulusan magister berhasil dituntaskan dan siap dikukuhkan secara resmi dalam wisuda.

“Alhamdulillah, ini adalah buah dari kerja keras dan komitmen panjang seluruh civitas akademika untuk mewujudkan Fakes Unggul UPRI Jaya,” ujar Erni dalam sambutannya.

Ia menegaskan, kelulusan bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal dari tantangan sesungguhnya. Para lulusan diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh secara nyata di tengah masyarakat, dengan tetap menjunjung tinggi etika dan integritas.

“Kedepan tantangan yang kita hadapi baru akan dimulai setelah menyelesaikan studi, akan kemana, akan jadi apa saya. Itu harus kita buktikan. Sekali lagi saya ucapkan selamat atas penyelesaian studinya, ilmunya cepat diaplikasikan, berkah ilmunya,” pesannya.

Senada dengan itu, Rektor UPRI Darwis Nur Tinri turut menyampaikan apresiasi dan harapannya kepada para calon wisudawan. Ia menargetkan dalam dua hingga tiga tahun ke depan, alumni Fakes UPRI tidak lagi menjadi pencari kerja, melainkan pencipta dan pelaku solusi di bidang kesehatan.

“Gelar yang kalian sandang bukan sekadar simbol akademik, tetapi amanah besar untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat secara nasional,” tegas Darwis.

Di tengah derasnya arus digitalisasi, Rektor UPRI juga menekankan pentingnya pembelajaran berkelanjutan, khususnya dalam penguasaan teknologi dan literasi.

“Teruslah mengasah kemampuan literasi, karena itu salah satu yang sangay kita butuhkan. Sekali lagi, saya ucapkan terima kasih atas kerja keras kita semua, anak-anak kita semua bisa ikut diyudisium hari ini dan akan diwisuda besok,” pungkasnya. (*)