RastraNews.id, Palu – Program unggulan BERANI yang digagas Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid dan Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido mulai menunjukkan dampak nyata di berbagai sektor strategis. Sejak diluncurkan pada 2025, program tersebut telah menjangkau puluhan ribu warga melalui intervensi di bidang pendidikan, kesehatan, hingga pembangunan infrastruktur.
Capaian tersebut dipaparkan dalam konferensi pers yang digelar Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah di Kantor Bappeda Sulteng, Senin (6/7/2026). Kegiatan yang diinisiasi Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Kominfosantik) itu menghadirkan sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memaparkan perkembangan program prioritas daerah kepada media.
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny Lamadjido, menegaskan bahwa Program BERANI bukan sekadar slogan pemerintahan, melainkan instrumen kebijakan yang dirancang agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Menurutnya, keterbukaan informasi menjadi bagian penting dalam memastikan publik mengetahui sejauh mana realisasi program yang dijalankan pemerintah daerah.
“Teman-teman wartawan adalah ujung tombak kami. Kalau memang ada yang masih kurang, silakan disampaikan. Kami terbuka terhadap kritik dan masukan agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik,” kata dr. Reny.
BERANI Cerdas, Program Pendidikan dengan Investasi Terbesar
Dari seluruh program unggulan yang dijalankan Pemprov Sulteng, BERANI Cerdas menjadi program dengan dukungan anggaran terbesar.
Pemerintah menempatkan sektor pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia sekaligus instrumen jangka panjang untuk memutus rantai kemiskinan.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Firmanza, menjelaskan bahwa program yang diluncurkan pada April 2025 itu awalnya berfokus pada bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa strata satu (S1).
Pada tahun pertama pelaksanaan, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp84,93 miliar dan berhasil membantu 23.568 mahasiswa.
Memasuki tahun 2026, cakupan program diperluas secara signifikan. Selain mahasiswa S1, beasiswa kini diberikan kepada mahasiswa S2, S3, peserta pendidikan dokter spesialis, hingga guru yang melanjutkan pendidikan.
Secara keseluruhan, Pemprov Sulteng mengalokasikan sekitar Rp351 miliar untuk tujuh program utama BERANI Cerdas.
Program tersebut mencakup Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA), subsidi biaya pendidikan bagi siswa kurang mampu, bantuan Praktek Kerja Industri (Prakerin) dan uji kompetensi siswa SMK, beasiswa guru, digitalisasi sekolah melalui layanan internet Starlink, bantuan seragam sekolah, hingga program beasiswa perguruan tinggi.
Khusus untuk beasiswa mahasiswa, anggaran yang disiapkan mencapai Rp264 miliar
Jumlah pendaftar juga terus meningkat. Jika pada 2025 terdapat 23.568 penerima manfaat, maka pada 2026 jumlah pendaftar tercatat mencapai 27.344 orang. Dengan demikian, total penerima manfaat program beasiswa diproyeksikan mendekati 50 ribu mahasiswa.
Selain itu, pemerintah juga memperoleh dukungan hampir Rp50 miliar dari pemerintah pusat untuk merevitalisasi 17 SMA, 14 SMK, dan 9 SLB di Sulawesi Tengah.
“Anggaran Rp351 miliar ini merupakan upaya Bapak Gubernur untuk mengentaskan kebodohan sekaligus kemiskinan. Fondasi membangun peradaban Sulawesi Tengah adalah pendidikan,” ujar Firmanza.
BERANI Sehat Jangkau Ribuan Warga
Di sektor kesehatan, Pemprov Sulteng menjalankan BERANI Sehat yang bertujuan memastikan seluruh masyarakat tetap mendapatkan akses layanan kesehatan tanpa terkendala status kepesertaan BPJS.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Sulteng, Fatma A. Deu, menjelaskan program ini dijalankan melalui skema integrasi dengan BPJS Kesehatan dan layanan non-Jaminan Kesehatan Nasional (Non-JKN).
Melalui program tersebut, pemerintah membantu pembiayaan masyarakat penerima bantuan iuran (PBI) dan mendaftarkan warga yang belum memiliki BPJS atau kepesertaannya tidak aktif ketika membutuhkan pelayanan kesehatan.
Hingga Juni 2026, realisasi anggaran BERANI Sehat mencapai Rp52,4 miliar, terdiri dari sekitar Rp35 miliar untuk segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan sekitar Rp16 miliar untuk penerima bantuan iuran.
Selain itu, pemerintah juga menanggung layanan kesehatan yang belum dicover BPJS, seperti korban kekerasan, penganiayaan, pengeroyokan, hingga kejadian luar biasa atau wabah penyakit.
Pada tahun 2025, layanan Non-JKN telah menjangkau 420 pasien dengan nilai klaim sekitar Rp2,3 miliar. Sementara hingga pertengahan 2026, sebanyak 190 pasien telah menerima layanan dengan nilai klaim mencapai Rp720 juta.
Untuk mempermudah pelayanan, Pemprov Sulteng juga mengembangkan aplikasi Sehati sebagai sistem verifikasi kepesertaan sekaligus membantu penerbitan identitas kependudukan bagi warga yang belum memiliki dokumen resmi.
BERANI Lancar Percepat Pembangunan Jalan dan Jembatan
Sementara di sektor infrastruktur, Program BERANI Lancar difokuskan pada peningkatan konektivitas wilayah guna mendukung pertumbuhan ekonomi dan memperlancar distribusi hasil produksi masyarakat.
Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Sulteng, Faidul Keteng, mengungkapkan bahwa pada 2026 pemerintah menangani 57 ruas jalan dan 10 jembatan dengan total anggaran mencapai Rp208,98 miliar.
Selain itu, Pemprov Sulteng juga menjalankan 12 paket kontrak tahun jamak (multiyears contract/MYC) senilai Rp604,82 miliar untuk mempercepat pembangunan infrastruktur strategis.
Dari program reguler yang berjalan tahun ini, pemerintah melakukan penanganan pada 46 ruas jalan dengan panjang pekerjaan mencapai 43,73 kilometer.
Pemprov juga memberikan dukungan pembangunan 26 ruas jalan desa sepanjang 19,76 kilometer sebagai bagian dari target besar Program BERANI Lancar yang menargetkan pembangunan 1.000 kilometer jalan desa.
Di sektor jembatan, pemerintah membangun 10 unit jembatan dengan total panjang 52 meter dan anggaran sekitar Rp24 miliar.
Menurut Faidul, pembangunan infrastruktur menjadi faktor penting dalam meningkatkan mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat daya saing daerah.
“Jalan dan jembatan yang baik akan memperlancar distribusi hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan, membuka konektivitas antarwilayah, serta mendorong lahirnya pusat-pusat ekonomi baru,” jelasnya.
Pendidikan, Kesehatan, dan Infrastruktur Jadi Tiga Pilar BERANI
Paparan capaian Program BERANI menunjukkan arah pembangunan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat kualitas sumber daya manusia dan perlindungan sosial masyarakat.
Di antara seluruh program yang berjalan, BERANI Cerdas menjadi program dengan investasi terbesar melalui dukungan anggaran ratusan miliar rupiah untuk pendidikan. Sementara BERANI Sehat memperluas akses layanan kesehatan masyarakat, dan BERANI Lancar memperkuat konektivitas wilayah sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi daerah.
Dengan cakupan yang terus diperluas, Program BERANI kini menjadi salah satu instrumen utama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam mewujudkan visi pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

