Rastranews.id, Makassar — Serapan anggaran Pemerintah Kota Makassar hingga awal Desember masih berada di kisaran 65 persen.
Meski demikian, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin (Appi) optimistis realisasi belanja daerah dapat meningkat signifikan hingga melampaui 80 persen sebelum tutup tahun anggaran.
Appi menjelaskan, masih ada sejumlah proyek yang pembayarannya belum diselesaikan dan akan direalisasikan hingga akhir bulan.
Ia memastikan pemantauan dilakukan setiap hari untuk mendorong percepatan serapan anggaran.
“Masih ada waktu sampai akhir bulan. Ada beberapa proyek yang memang harus dibayarkan. Setiap hari kita kontrol, dan saya yakin bisa sampai di angka 80 persen lebih,” kata Appi.
Ia menargetkan capaian serapan anggaran tahun ini minimal setara dengan tahun sebelumnya yang berada di kisaran 85 persen, bahkan berharap bisa melampaui angka tersebut.
Menurut Appi, belanja yang berpotensi besar mendorong serapan anggaran berasal dari proyek-proyek fisik, khususnya di sektor pekerjaan umum (PU), yang progres pembangunannya telah berjalan namun belum seluruhnya dibayarkan.
“Banyak proyek PU yang belum selesai pembayarannya. Masih ada beberapa ratus miliar yang harus dituntaskan,” ujarnya.
Terkait masih rendahnya serapan di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), Appi menegaskan hal tersebut akan menjadi bahan evaluasi ke depan.
Ia menekankan pentingnya percepatan proses sejak awal tahun agar tidak lagi menumpuk di akhir.
“Ke depan kita tidak mau lagi menunggu bulan dua atau bulan tiga. Bulan satu prosedurnya harus sudah jalan,” tegasnya.
Ia juga mengakui, rendahnya serapan pada awal tahun dipengaruhi oleh proses penyesuaian, mulai dari penyusunan RPJMD, kebijakan efisiensi, hingga perubahan kegiatan.
Namun, menurutnya, hal tersebut kini sudah terlewati dan seluruh OPD didorong untuk memaksimalkan realisasi anggaran sejak awal tahun berikutnya.
“Sekarang sudah kita jalankan. Tinggal kita maksimalkan,” pungkas Appi. (MU)

