Rastranews.id, Makassar – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes Polda Sulsel dan Mabes Polri, berhasil mengidentifikasi seluruh korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, pada Sabtu pekan lalu.

Berikut nama-nama korban:

Kru Pesawat:

1. Andy Dahananto (pilot), 58 tahun, alamat Jalan Tanjakan Kampung Baru O.416, RT 03/05, Kecamatan Kampung Makassar, Halim Perdanakusuma.

2. Farhan Gunawan (kopilot), 26 tahun, alamat Jalan Sultan Hasanuddin, Malili, Sulawesi Selatan.

3. Hariadi (flight operation officer), 57 tahun, alamat Perumahan Puri Kahuripan 3 Nomor 4, RT 003/RW 008, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

4. Restu Adi (engineer), 40 tahun, alamat Jalan Tanjakan Kampung Baru O.416, RT 03/05, Kecamatan Kampung Makassar, Halim Perdanakusuma.

5. Dwi Murdiono (engineer), 40 tahun, alamat Jalan Prajasa, Perum Puri Indrakita Blok B.5, Sasak Panjang, Bogor, Jawa Barat.

6. Florencia Lolita (awak kabin), 33 tahun, alamat Apartemen Oak Tower A Unit 216, Pulogadung, Jakarta Timur.

7. Esther Aprilita (awak kabin), 27 tahun, alamat Perum Bukit Rancamaya Nomor 1 Blok E2, RT 001/006, Desa Ciherang Pondok, Kecamatan Caringin, Bogor, Jawa Barat.

Penumpang KKP:

1. Ferry Irawan (analis kapal pengawas), 41 tahun, alamat Komplek Mina Bhakti Nomor 150, Cikaret, Kota Bogor, Jawa Barat.

2. Deden Mulyana (pengelola barang milik negara), 44 tahun, alamat Jalan Jatiraya 66 H Sofiah Nomor 15, RT 005/006, Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

3. Yoga Noval Prakoso (operator foto udara), 31 tahun, alamat Jalan Tutul Raya Nomor 264, Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur.(JY)

Hasil identifikasi seluruh korban tersebut disampaikan oleh Kapolda Sulsel, Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro dalam konferensi pers Kantor di Biddokkes Polda Sulsel, Sabtu (24/1/2026) sore.

Kapolda Sulsel, Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro mengatakan, proses identifikasi dilakukan setelah seluruh korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan dari lokasi kejadian.

“Tim SAR gabungan telah mengevakuasi seluruh korban dari TKP jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung. Selanjutnya, tim DVI gabungan berhasil mengidentifikasi seluruh kru dan penumpang pesawat,” ujar Djuhandhani.

Kapolda Sulsel menjelaskan, tim DVI gabungan terdiri atas Biddokkes Polda Sulsel dengan dukungan DVI Pusdokkes Polri, Tim Inafis Polda Sulsel, Pusident Bareskrim Polri, serta Departemen Forensik dan Medikolegal Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin.

Proses identifikasi dilakukan melalui pemeriksaan post mortem. Kemudian dicocokkan dengan data ante mortem yang dikumpulkan dari keluarga korban.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan post mortem dan disesuaikan dengan data ante mortem yang dimiliki, seluruh data tersebut dinyatakan cocok,” kata Kapolda Sulsel dihadapan sejumlah wartawan.

Hasil identifikasi menunjukkan seluruh korban berjumlah 10 orang, terdiri atas tujuh kru pesawat dan tiga penumpang dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Data korban juga telah disesuaikan dengan manifes penumpang dari Gapura Angkasa.

Setelah proses identifikasi dinyatakan selesai, seluruh jenazah diserahkan ke pihak keluarga. Sebelum penyerahan mereka menggelar salat jenazah terlebih dahulu. Salat tak hanya diikuti oleh keluarga korban tapi juga seluruh petugas dan polisi yang hadir.

Prosesi penyerahan jenazah berlangsung tertib dengan pengawalan ketat kepolisian. Peti jenazah tersebut ditutup rapat dan dibalut plastik.

Pada masing-masing peti, tercantum nama setiap korban. Setiap perwakilan keluarga korban masing-masing dipanggil untuk menandatangani dokumen berita acara penyerahan jenazah.(JY)