RastraNews.id, Maros – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros mengusulkan sebanyak 25 formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk tahun 2026.
Usulan tersebut telah disampaikan kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) sesuai hasil pemetaan kebutuhan aparatur di daerah.
Bupati Maros, Chaidir Syam, mengatakan jumlah formasi yang diajukan telah disesuaikan dengan kebutuhan riil pemerintah daerah.
“Formasi yang diusulkan sebanyak 25 sesuai dengan hasil pemetaan kebutuhan,” ujar Chaidir, Minggu (7/6/2026).
Menurutnya, sebagian besar formasi yang diajukan diperuntukkan bagi tenaga kesehatan guna memperkuat layanan kesehatan, khususnya di RSUD Camba.
“Prioritasnya untuk mendukung pelayanan kesehatan di RSUD Camba,” katanya.
Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Maros, Muhammad Ishaq, menjelaskan bahwa usulan tersebut terdiri atas 21 formasi tenaga kesehatan dan empat formasi tenaga teknis.
Ia menuturkan, kebutuhan tenaga kesehatan masih menjadi fokus utama karena dinilai paling mendesak untuk memenuhi pelayanan publik di sektor kesehatan.
“Tenaga kesehatan yang diusulkan tidak hanya dokter, tetapi juga mencakup perawat, bidan, dan profesi kesehatan lainnya,” jelas Ishaq.
Meski demikian, rincian jumlah dokter yang dibutuhkan belum dapat dipastikan. Pemerintah daerah masih menunggu keputusan dan penetapan resmi dari KemenPAN-RB.
“Jumlah pastinya baru diketahui setelah ada penetapan dari KemenPAN-RB,” ujarnya.
Ishaq menegaskan seluruh formasi yang diajukan telah disusun berdasarkan kebutuhan aktual di lingkungan Pemkab Maros.
Sementara itu, terkait jadwal pelaksanaan seleksi CPNS 2026, pihaknya mengaku belum menerima informasi resmi dari pemerintah pusat.
“Hingga saat ini belum ada jadwal yang disampaikan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) terkait pelaksanaan seleksi CPNS,” ungkapnya.
Saat ini, proses yang dilakukan Pemkab Maros masih berada pada tahap pengajuan formasi. Ia juga menyebut jumlah formasi yang telah diusulkan masih berpotensi berubah menyesuaikan hasil evaluasi dan kebijakan pemerintah pusat.
Pengusulan kebutuhan CPNS tersebut dilakukan setelah Pemkab Maros menerima surat dari KemenPAN-RB yang menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk menyampaikan kebutuhan formasi aparatur tahun 2026. []

