RastraNews.id, Makassar — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menutup rangkaian Safari Ramadan Pemerintah Kota Makassar di wilayah kepulauan dengan mengunjungi Pulau Barrang Lompo, Kecamatan Kepulauan Sangkarrang, Rabu (18/3/2026) malam.

Kunjungan tersebut menjadi penutup agenda Safari Ramadan setelah hampir satu bulan penuh menyapa masyarakat di seluruh kecamatan, termasuk wilayah kepulauan yang memiliki tantangan geografis tersendiri.

Dalam kegiatan itu, Munafri bersama jajaran melaksanakan salat Isya dan Tarawih berjamaah bersama warga. Ia menegaskan, Safari Ramadan bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi sarana mempererat silaturahmi sekaligus mendengar langsung aspirasi masyarakat.

“Alhamdulillah, kami hadir di seluruh kecamatan tanpa terkecuali. Dan malam ini kita tutup di Kepulauan Sangkarrang, khususnya di Barrang Lompo,” ujarnya.

Selama Ramadan, Pemkot Makassar menggelar berbagai kegiatan keagamaan, mulai dari salat Subuh berjamaah, buka puasa bersama, hingga Tarawih. Bahkan pada sepuluh malam terakhir, juga dilaksanakan qiyamul lail di Masjid Balai Kota Makassar.

Dalam kesempatan tersebut, Munafri turut menyerahkan bantuan pangan untuk bulan Februari dan Maret bekerja sama dengan Bulog, serta bingkisan bagi marbot dan masyarakat melalui kolaborasi dengan Baznas.

Lebih jauh, ia memaparkan sejumlah program prioritas untuk wilayah kepulauan. Salah satunya adalah rencana peluncuran program “Pete-pete Pulau”, yakni layanan transportasi laut gratis antar pulau yang akan disiapkan oleh Dinas Perhubungan.

“Ini untuk memudahkan mobilitas masyarakat antar pulau tanpa harus memikirkan biaya transportasi,” jelasnya.

Selain itu, Pemkot juga akan memberikan perhatian khusus kepada tenaga kesehatan dan tenaga pendidik di wilayah kepulauan melalui tambahan insentif berdasarkan kategori pulau.

Di sektor infrastruktur, pemerintah menargetkan peningkatan kualitas jalan dan paving di sejumlah pulau. Sementara untuk kebutuhan dasar, persoalan listrik di Barrang Lompo menjadi perhatian serius.

Munafri menargetkan pasokan listrik di pulau tersebut dapat menyala penuh selama 24 jam paling lambat tahun depan.

“Insya Allah paling telat tahun depan listrik di Barrang Lompo bisa menyala 24 jam,” tegasnya.

Ia berharap hubungan antara pemerintah dan masyarakat terus terjalin erat sehingga berbagai kebutuhan warga dapat direspons secara cepat dan tepat.

“Yang kami inginkan adalah kedekatan dan kerja sama yang baik antara pemerintah dan masyarakat agar semua kebutuhan bisa terselesaikan dengan maksimal,” pungkasnya. (*)