RastraNews.id, Makassar – Anggota Komisi III DPR RI, Rudianto Lallo, mengusulkan agar pemerintah pusat membangun kembali rumah warga yang hangus dalam kebakaran di Kampung Mangngara Bombang, Kelurahan Tallo, Kecamatan Tallo, Kota Makassar.
Usulan tersebut disampaikan Rudianto Lallo saat meninjau lokasi kebakaran, Sabtu (1/8/2026). Menurutnya, bantuan logistik yang telah disalurkan pemerintah sangat membantu, namun kebutuhan paling mendesak ke depan adalah pembangunan kembali rumah warga yang terdampak.
”Kami berharap pemerintah pusat memikirkan pembangunan rumah baru bagi para korban. Jangan hanya bantuan yang sifatnya sementara, tetapi juga bantuan pengganti rumah karena sebagian besar korban merupakan masyarakat berpenghasilan rendah, seperti nelayan,” ujarnya.
Rudianto mengatakan dirinya turun langsung ke lokasi untuk menjembatani koordinasi dengan Kementerian Sosial agar bantuan dari pemerintah pusat dapat segera disalurkan kepada para korban.
Ia menyebut kebakaran tersebut menghanguskan 56 rumah dan berdampak terhadap sekitar 310 jiwa atau 81 kepala keluarga.
Menurutnya, penanganan darurat yang dilakukan Pemerintah Kota Makassar, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, dan Kementerian Sosial berlangsung cepat. Berbagai kebutuhan dasar korban, seperti kasur, pakaian, dan bantuan logistik lainnya, telah mulai disalurkan.
”Alhamdulillah pemerintah daerah, pemerintah provinsi, maupun Kementerian Sosial bergerak cepat memberikan bantuan kepada para korban,” katanya.
Selain mendorong bantuan dari pemerintah, Rudianto juga menyerahkan bantuan santunan pribadi kepada setiap rumah yang terdampak kebakaran sebagai bentuk kepeduliannya kepada warga di daerah pemilihannya.
Ia menilai kebutuhan dasar para penyintas saat ini relatif telah terpenuhi. Namun, menurutnya, pekerjaan rumah terbesar yang harus diperjuangkan bersama adalah memastikan para korban kembali memiliki tempat tinggal yang layak.
“Kalau melihat kondisi di lapangan, kebutuhan dasar korban sudah mulai terpenuhi. Tinggal satu PR besar bagi kita semua, yakni bagaimana rumah mereka bisa dibangun kembali,” pungkasnya. (*)

