RastraNews.id, Makassar— Anggota DPRD Kota Makassar, Rahmat Taqwa Quraisy (RTQ), menyoroti krisis air bersih yang mulai dirasakan warga, khususnya di wilayah utara Kota Makassar.

Menurutnya, persoalan kekeringan ini terus berulang setiap tahun dan harus menjadi perhatian serius pemerintah kota bersama Perumda Air Minum atau PDAM Makassar.

“Kekeringan ini terjadi tiap tahun. Di wilayah utara, warga banyak pakai sumur bor, tapi tetap dibebani biaya PDAM walaupun air tidak mengalir,” ujarnya, di Balai Kota Makassar, Rabu (15/4/2026).

RTQ bahkan mengaku merasakan langsung kondisi tersebut. Meski selama beberapa bulan menggunakan sumur bor, tagihan beban PDAM tetap berjalan.

Ia juga menyoroti ketimpangan distribusi air di masyarakat.

“Kalau dari 1.000 rumah hanya 10 yang dapat air, ini harus jadi evaluasi. Jangan sampai distribusinya tidak merata,” tegasnya.

Selain itu, ia mengkritisi kebijakan penggantian pipa yang dilakukan secara rutin namun dinilai tidak menyelesaikan persoalan.

“Kalau tiap tahun pipa diganti, memangnya ada ulat yang makan pipa sampai harus terus diganti? Tapi kenyataannya air tetap tidak ada,” sindirnya.

Menurutnya, persoalan utama kemungkinan bukan pada jaringan pipa, melainkan pada sumber air yang belum mencukupi kebutuhan warga.

“Artinya kita harus cari solusi di sumber airnya, bukan hanya di pipanya,” jelasnya.

Sebagai solusi jangka pendek, RTQ mendorong pemerintah menyiapkan penampungan air di setiap kelurahan, khususnya di wilayah utara dan Sudiang.

“Kalau suplai menurun, warga masih punya cadangan dari penampungan air,” ujarnya.

Ia juga mengusulkan pemanfaatan teknologi penyaringan air untuk mengolah air sumur bor agar layak digunakan.

“Sekarang sudah ada teknologi filter, air bor bisa disuling. Kenapa tidak dimanfaatkan,” tambahnya.

RTQ berharap pemerintah segera melakukan inovasi dalam penyediaan air bersih, mengingat musim kemarau diprediksi berlangsung hingga beberapa bulan ke depan.

“Ini kebutuhan dasar masyarakat. Harus jadi prioritas,” pungkasnya. (mu)