Rastranews.id, Bone – Komitmen Pemerintah Kabupaten Bone dalam menghadirkan layanan kesehatan yang modern dan mandiri kembali membuahkan hasil membanggakan.
UPT RSUD Datu Pancaitana resmi terpilih sebagai nominator TOP BUMD Awards 2026 setelah melalui sesi presentasi penjurian yang dilaksanakan secara virtual, pada Selasa (27/1/2026).
Capaian ini menjadi bukti nyata keberhasilan transformasi digital dan inovasi layanan yang dijalankan rumah sakit milik Pemkab Bone tersebut.
Dalam sesi penjurian, Direktur RSUD Datu Pancaitana, H. Muhammad Rostang didampingi jajaran manajemen, yakni Kepala Bagian Administrasi Umum, Program dan Keuangan, Kepala Bidang Pelayanan, Kepala Bidang Penunjang, serta Kepala Bidang Pengembangan Rumah Sakit.
Direktur RSUD Datu Pancaitana, memaparkan visi dan misi menjadikan RSUD Datu Pancaitana sebagai rumah sakit pilihan yang unggul dan mandiri berbasis digital.
Direktur RSUD Datu Pancaitana, H. Muhammad Rostang, menegaskan bahwa rumah sakit yang dipimpinnya kini telah bertransformasi menjadi Smart Digital Hospital. Transformasi tersebut diwujudkan melalui berbagai inovasi layanan yang bertujuan memangkas birokrasi serta meningkatkan kenyamanan dan kepuasan pasien.
Sejumlah inovasi unggulan yang diperkenalkan antara lain SIPORENNU, layanan antar obat ke rumah untuk menghilangkan antrean di farmasi. ININNAWAKU, layanan persalinan yang terintegrasi langsung dengan pengurusan dokumen kependudukan seperti akta kelahiran dan kartu keluarga.
Kemudian OR-TRAK, papan informasi operasi digital yang memungkinkan keluarga pasien memantau proses tindakan secara real-time.
Selain itu, terdapat SIMPERS dan DARLING DOC, sistem digitalisasi sumber daya manusia yang memastikan disiplin dan kinerja dokter serta tenaga medis tetap terjaga demi pelayanan prima.
Tidak hanya unggul dari sisi pelayanan, RSUD Datu Pancaitana juga menunjukkan kinerja keuangan yang sangat positif. Tingkat Cost Recovery Rate (CRR) atau kemandirian finansial rumah sakit tercatat mencapai 97,24 persen, jauh melampaui standar minimal nasional sebesar 40 persen.
“Kinerja keuangan rumah sakit masuk kategori sangat sehat. Kondisi ini memungkinkan RSUD Datu Pancaitana membiayai operasional secara mandiri serta melakukan pengadaan alat kesehatan modern tanpa bergantung sepenuhnya pada APBD, sehingga turut memperkuat kapasitas fiskal daerah,” ujar Muhammad Rostang.
Keberhasilan rumah sakit dalam menyediakan layanan spesialis unggulan juga berdampak positif terhadap perekonomian Kabupaten Bone. Dengan fasilitas yang semakin lengkap, angka rujukan pasien ke luar daerah dapat ditekan, sehingga perputaran ekonomi sektor kesehatan tetap berada di wilayah Bumi Arung Palakka.
Kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan lokal pun terus meningkat. Hal ini tercermin dari Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) yang naik dari angka 78 pada tahun 2024 menjadi 82,89 pada tahun 2025.
Melalui pencapaian sebagai nominator TOP BUMD Awards 2026, RSUD Datu Pancaitana tidak hanya mengharumkan nama Kabupaten Bone di tingkat nasional, tetapi juga menetapkan standar baru dalam pelayanan publik yang transparan, akuntabel, dan berbasis teknologi.(JY)

