RastraNews.id, Luwu Timur — Pemerintah Kabupaten Luwu Timur memperkuat perlindungan sosial bagi pekerja dan keluarganya. Sebanyak 51 penerima manfaat menerima klaim Jaminan Kematian (JKM) dan beasiswa pendidikan dari BPJS Ketenagakerjaan dengan total nilai mencapai Rp2,001 miliar.
Penyerahan klaim tersebut berlangsung dalam resepsi kenegaraan memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia di Lapangan Pendidikan Malili, Senin (17/8/2026).
Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam bersama Wakil Bupati Hj. Puspawati Husler menerima langsung klaim dari Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Luwu Timur Muhammad Asrul Arif.
Nilai klaim sebesar Rp2.001.500.000 tersebut merupakan akumulasi manfaat periode Januari hingga Agustus 2026. Dana diberikan kepada ahli waris pekerja yang mengalami risiko kematian sekaligus untuk mendukung keberlanjutan pendidikan anak-anak mereka.
Usai menerima klaim, Bupati dan Wakil Bupati bersama Ketua TP PKK Luwu Timur dr. Ani Nurbani Irwan serta jajaran Forkopimda menyerahkan santunan secara simbolis kepada para ahli waris.

Para penerima manfaat berasal dari kelompok pekerja yang iurannya dibayarkan Pemkab Luwu Timur melalui program perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Mereka antara lain Pekerja Rentan Desa, tenaga upah jasa, petugas keagamaan, perangkat RT, Linmas, aparat desa, hingga anggota BPD desa.
Bupati Irwan mengatakan program tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat, khususnya pekerja yang berada di tingkat desa.
“Ini adalah bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Luwu Timur untuk memastikan para pekerja dan keluarganya mendapatkan perlindungan. Ketika risiko terjadi, negara harus hadir dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat,” ujar Irwan.
Menurutnya, santunan yang diterima keluarga diharapkan dapat digunakan secara tepat, terutama untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan memastikan pendidikan anak tetap berjalan.
“Semoga manfaat yang diterima ini dapat digunakan sebaik-baiknya, terutama untuk kebutuhan keluarga dan pendidikan anak,” katanya.
BPJS Dorong Perlindungan Semesta
Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Luwu Timur Muhammad Asrul Arif mengapresiasi komitmen Pemkab Luwu Timur yang terus memperluas perlindungan bagi pekerja pemerintah daerah maupun pekerja rentan.
Menurut Asrul, risiko kematian maupun risiko kerja tidak dapat diprediksi. Namun, dampaknya terhadap keberlangsungan hidup keluarga dapat diminimalkan melalui jaminan sosial.
“Penyerahan santunan ini adalah bukti kehadiran negara melalui sinergi Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dan BPJS Ketenagakerjaan. Risiko kerja dan kematian tidak dapat diprediksi, namun kepastian keberlanjutan hidup keluarga dan masa depan pendidikan anak harus tetap terjamin,” jelasnya.
Ia mengingatkan para ahli waris agar menggunakan santunan secara bijak, terutama untuk menjamin masa depan pendidikan anak.
BPJS Ketenagakerjaan juga berharap program tersebut terus diperluas hingga mencakup semakin banyak pekerja di Luwu Timur.
“Kami berharap kolaborasi strategis ini terus berkembang menuju cakupan perlindungan semesta (universal coverage) bagi seluruh pekerja di Luwu Timur,” pungkas Asrul.
Program ini menegaskan bahwa perlindungan pekerja tidak hanya berhenti pada saat mereka masih bekerja. Ketika risiko terjadi, jaminan sosial diharapkan mampu menjadi bantalan bagi keluarga sekaligus menjaga agar masa depan anak-anak tidak ikut terhenti.

