Rastranews.id, Makassar– Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan mencatat nilai ekspor yang dikirim melalui pelabuhan di Sulsel selama periode Januari–November 2025 mencapai US$1.471,89 juta atau sekira Rp22,08 triliun.
Angka tersebut mengalami penurunan 21,23 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024.
Hal tersebut disampaikan BPS Sulsel dalam rilis resmi yang diterbitkan Senin (5/1/2026).
Penurunan ekspor ini terutama dipengaruhi melemahnya kinerja sejumlah komoditas utama ekspor Sulawesi Selatan.
Dari sepuluh komoditas dengan nilai ekspor terbesar sepanjang Januari–November 2025, komoditas garam, belerang, dan kapur justru mencatatkan peningkatan tertinggi, yakni sebesar US$17,62 juta atau tumbuh 44,64 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sebaliknya, penurunan paling tajam terjadi pada komoditas besi dan baja, yang anjlok US$159,02 juta atau turun 39,30 persen, sehingga memberikan kontribusi signifikan terhadap melemahnya total ekspor Sulsel.
Sementara itu, dari sisi impor, BPS mencatat nilai impor Sulawesi Selatan secara kumulatif pada Januari–November 2025 mencapai US$896,80 juta.
Angka ini turun 7,47 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024.
Meski kinerja ekspor dan impor sama-sama mengalami penurunan, neraca perdagangan Sulawesi Selatan pada November 2025 masih mencatatkan surplus sebesar US$37,30 juta.
Surplus ini menunjukkan bahwa nilai ekspor Sulsel masih lebih besar dibandingkan nilai impor pada periode tersebut.
BPS menilai, capaian surplus neraca perdagangan ini menjadi sinyal positif bagi perekonomian daerah, meskipun tantangan global dan fluktuasi harga komoditas masih memengaruhi kinerja perdagangan luar negeri Sulawesi Selatan. (MU)

