Rastranews.id, Palu – Ribuan masyarakat memadati Masjid Raya Baitulkhairaat, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Rabu sore (15/4/2026), untuk mengikuti tausiyah pendakwah nasional Hanan Attaki dalam agenda “Gema Dakwah Berani Berkah”, rangkaian Hari Ulang Tahun ke-62 Provinsi Sulawesi Tengah.

Dalam ceramahnya, Hanan Attaki menekankan pentingnya pendekatan dakwah yang adaptif dengan perkembangan zaman. Ia menyebut, penyampaian nilai kebenaran tidak lagi relevan jika dilakukan dengan cara keras, melainkan harus mengedepankan hikmah, kelembutan, dan kasih sayang.

“Dakwah hari ini harus hadir dengan cinta, bukan tekanan. Dengan cara itu, pesan akan lebih mudah diterima, terutama oleh generasi muda,” ujarnya di hadapan jemaah.

Ia juga memperkenalkan konsep dakwah berbasis lingkungan melalui gerakan adopsi pohon yang diinisiasi komunitas Wise Pesantren. Menurutnya, menjaga alam merupakan bagian dari nilai spiritual dan bentuk syukur kepada Tuhan.

“Dakwah bukan sekadar kata-kata, tetapi juga tindakan nyata, termasuk menjaga lingkungan. Berani, tapi tetap membawa berkah,” tambah pendiri Raheela Project tersebut.

Selain itu, Hanan Attaki mengajak generasi muda menjadikan nilai agama sebagai fondasi dalam menghadapi tantangan modern, mulai dari tekanan mental hingga dinamika sosial. Dengan gaya penyampaian yang ringan dan komunikatif, ia menekankan pentingnya menjaga akhlak dan integritas.

Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, mengapresiasi kehadiran tausiyah tersebut. Ia menilai pendekatan dakwah yang menyasar kalangan muda sangat strategis dalam memperkuat moral masyarakat di tengah pembangunan daerah.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi energi positif, khususnya bagi generasi muda, untuk ikut membangun Sulawesi Tengah yang maju dan berakhlak,” kata Anwar Hafid.

Senada, Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Tengah, Firmanza DP, menilai kegiatan ini memiliki nilai edukatif dalam pembentukan karakter pelajar. Menurutnya, pendidikan spiritual merupakan bagian penting yang melengkapi aspek intelektual.

“Melalui pendekatan yang dekat dengan anak muda, kita ingin membangun ekosistem pendidikan yang seimbang, baik secara intelektual maupun rohani,” ujarnya.

Antusiasme masyarakat terlihat sejak sebelum acara dimulai. Area dalam masjid hingga halaman luar dipadati jemaah, sementara panitia menyiapkan layar tambahan agar seluruh peserta tetap dapat mengikuti tausiyah dengan baik.

Kegiatan bertema “Bersatu Dalam Nawa Cita Berani, Menuju Sulteng Nambaso” ini ditutup dengan doa bersama dan salat Magrib berjamaah. Aparat keamanan memastikan seluruh rangkaian acara berlangsung tertib meski dihadiri ribuan peserta.