Rastranews.id, Makassar — Program revitalisasi sekolah yang menjadi agenda strategis nasional dipastikan berlanjut pada 2026.

Pemerintah pusat menargetkan pengerjaan dilakukan lebih cepat, bahkan mulai Januari sudah ada sekolah yang masuk tahap pelaksanaan.

‎‎Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel, Iqbal Nadjamuddin, mengatakan program yang digagas Presiden Prabowo Subianto itu akan langsung bergulir tanpa jeda setelah pelaksanaan tahun ini.

‎‎“Menurut informasi, pekerjaannya akan dipercepat di awal tahun untuk program revitalisasi seluruh sekolah di Indonesia, termasuk di Sulawesi Selatan,” ujarnya, Rabu (10/12/2025).

‎‎Ia menjelaskan, Disdik Sulsel telah mengusulkan lebih dari 400 sekolah untuk masuk daftar perbaikan tahun depan.

‎‎Namun pada tahap pertama, jatah yang diberikan ke Sulsel mencakup 200 sekolah, baik jenjang SMA, SMK, maupun SLB. Saat ini proses finalisasi peringkat usulan dari seluruh daerah masih berlangsung.

‎‎Iqbal berharap masih ada tahap lanjutan agar sisa 200-an sekolah yang juga membutuhkan rehabilitasi bisa terakomodasi.

‎‎“Untuk tahap kedua, kita juga mengajukan karena pada 2026 ada banyak sekolah yang membutuhkan. Berdasarkan data kita, ada lebih dari 400 sekolah yang diusulkan,” sebutnya.

‎‎Tahun ini, Pemprov Sulsel telah mendapatkan paket revitalisasi untuk sekitar 270 sekolah, dengan total nilai estimasi mencapai Rp200 miliar. Program tersebut menyasar infrastruktur sekolah dengan tingkat kerusakan sedang hingga berat.

‎‎Adapun kerusakan ringan tetap ditangani melalui anggaran internal masing-masing satuan pendidikan.

‎‎Iqbal menambahkan bahwa pendataan kebutuhan perbaikan sekolah sebenarnya sudah lama dilakukan di level provinsi.

‎‎Namun, perubahan kebijakan menyebabkan alokasi DAK yang semula ada di daerah ditarik kembali ke pusat dan direalokasi melalui Kementerian Dikdasmen. Sejak itu, revitalisasi sekolah menjadi program nasional.

‎“Jadi, penilaian itu sama dengan penilaian yang kemarin. Jadi semua sekolah-sekolah yang membutuhkan rehabilitasi sedang atau rehabilitasi berat terkait sarananya itu yang menjadi fokus utama untuk program revitalisasi ini,” tandasnya. (MU)