Rastranews.id, Makassar – Ketua DPW Partai Perindo Sulawesi Selatan, Abdul Hayat Gani, memaparkan sejumlah langkah yang akan ia jalankan setelah resmi memimpin partai di tingkat provinsi.

Ia menegaskan seluruh struktur DPD di tingkat kabupaten/kota kini sudah lengkap dan siap menjalankan agenda konsolidasi.

“Semua DPD sudah lengkap kita. Dua puluh empat daerah sudah oke. Dan kita sudah lakukan Rakernas. Kita Rakernas membahas bagaimana target-target transformasi,” ujarnya kepada Rastranews, Jumat (28/11/2025).

Abdul Hayat menekankan pentingnya menghadirkan kepemimpinan yang berintegritas sebagai dasar pengambilan keputusan yang berpihak pada rakyat.

“Kita ingin mendorong pimpinan yang berintegritas. Karena pemahaman kita, kalau pimpinan berintegritas tentu keputusannya berkualitas. Kalau keputusannya berkualitas, rakyat bisa naik kelas,” tambahnya.

Mantan Sekprov Sulsel itu juga menyebut rencananya mengadakan kegiatan retret bagi kader Perindo.

“Saya mau retret. Di sini dibuka, dari sini naik Kereta ke Kabupaten Barru. Saya olah seperti semi-militer di sana,” katanya.

Retret tersebut disebutnya akan fokus pada penguatan internal, seperti membangun kebersamaan antara kader partai besutan Harry Tanoesoedibjo ini.

“Pertama, memperkuat jiwa korsa, kebersamaan, rasa persatuan, satu persepsi. Menemukan teguh rasa persatuan untuk menyemangati persoalan-persoalan yang terkait dengan akar rumput,” paparnya.

Setelah Rakernas, Abdul Hayat mengatakan Perindo Sulsel juga akan melanjutkan konsolidasi melalui pertemuan berkala. Arahan itu merupakan salah satu hasil dari Rakernas Perindo yang digelar pada 2-5 November 2025 di Ancol, Jakarta Utara.

“Masing-masing DPW melakukan pertemuan berkala satu kali sebulan untuk DPD. Kemudian DPD itu ke DPC. Kemudian selalu berpikir inovasi untuk apa yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat yang selalu dijahit dengan program pemerintah,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa Perindo Sulsel tidak ingin terjebak pada wacana besar tanpa aksi nyata. Abdul Hayat mengaku telah membuka layanan seperti pasar murah dan kegiatan sosial di sekitar kantor DPW.

“Saya malah di depan kantor itu sudah ada. Setiap hari saya buka untuk UMKM, pasar murah, dan rencana untuk pasar bulan puasa,” sebutnya.

Salah satu gagasan yang akan ia dorong adalah program dukungan bagi pekerja ojek online. Ia menegaskan terobosan-terobosan tersebut merupakan ide pribadinya, yang kemudian dapat diadopsi struktur partai.

Abdul Hayat mengatakan dirinya tidak ingin pencitraan berlebihan. Yang terpenting, menurutnya, adalah kedekatan nyata dengan masyarakat. (MU)