RastraNews.id, Palu – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan sepak bola usia dini dengan meresmikan Witan Sulaeman Academy di Witan Arena, Palu Barat, Sabtu (20/6/2026).
Akademi sepak bola yang digagas pemain Tim Nasional Indonesia asal Sulawesi Tengah, Witan Sulaeman, itu diharapkan menjadi pusat pembinaan talenta muda sekaligus melahirkan generasi pesepak bola yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.
Peresmian akademi berlangsung meriah dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin, Ketua KONI Sulawesi Tengah Muhammad Fathur Razaq, manajemen Garuda Yaksa Pro Elite, tokoh olahraga, para orang tua peserta didik, serta ratusan calon siswa akademi.
Dalam sambutannya, Anwar Hafid menyebut kehadiran Witan Sulaeman Academy sebagai momentum penting bagi masa depan olahraga Sulawesi Tengah, khususnya sepak bola.
Menurutnya, keberhasilan Witan menembus level tertinggi sepak bola Indonesia hingga tampil di berbagai kompetisi internasional menjadi inspirasi nyata bagi generasi muda Sulawesi Tengah.
“Witan telah membuktikan bahwa anak daerah mampu bersaing di level nasional bahkan internasional. Hari ini dia tidak hanya datang membawa prestasi, tetapi juga membawa harapan baru bagi anak-anak Sulawesi Tengah melalui akademi sepak bola yang dibangunnya,” kata Anwar Hafid.
Gubernur menilai pendirian akademi tersebut merupakan bentuk kontribusi nyata seorang atlet kepada daerah yang telah membesarkan namanya. Karena itu, pemerintah daerah akan memberikan dukungan terhadap berbagai program pembinaan olahraga yang berorientasi pada pengembangan sumber daya manusia.
“Pembinaan atlet tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk atlet berprestasi seperti Witan yang memiliki pengalaman dan visi untuk membangun generasi berikutnya,” ujarnya.
Anwar menegaskan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berkomitmen mendorong lahirnya ekosistem olahraga yang sehat dan berkelanjutan sebagai bagian dari pembangunan generasi muda yang berkarakter, disiplin, dan berprestasi.
Sementara itu, manajemen Witan Sulaeman Academy menegaskan bahwa pembinaan pemain muda tidak hanya berfokus pada kemampuan teknik bermain sepak bola, tetapi juga pembentukan karakter, disiplin, mental bertanding, serta pendidikan yang seimbang.
Manajemen akademi menilai keberhasilan seorang atlet muda tidak dapat dilepaskan dari dukungan keluarga. Karena itu, kolaborasi antara pelatih dan orang tua menjadi salah satu fondasi utama dalam proses pembinaan.
“Akademi ini bukan hanya tempat belajar sepak bola, tetapi juga tempat membentuk karakter anak-anak agar tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki semangat juang tinggi,” ujar perwakilan manajemen.
Dukungan juga datang dari Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin. Ia menyebut hadirnya Witan Sulaeman Academy sebagai kebanggaan bagi masyarakat Sulawesi Tengah karena menjadi bukti nyata kepedulian seorang putra daerah terhadap pembinaan generasi muda.
“Witan tidak hanya mengharumkan nama Sulawesi Tengah melalui prestasinya di lapangan hijau, tetapi juga menunjukkan kecintaannya kepada daerah dengan menghadirkan wadah pembinaan sepak bola yang profesional,” kata Imelda.
Tingginya animo masyarakat terlihat dari jumlah peserta yang mendaftar. Dari target awal sekitar 75 siswa, jumlah pendaftar yang masuk mencapai 156 orang atau lebih dari dua kali lipat target yang ditetapkan.
Besarnya minat tersebut menunjukkan tingginya harapan masyarakat terhadap kehadiran akademi sepak bola yang mampu memberikan jalur pembinaan yang jelas bagi anak-anak yang bercita-cita menjadi pesepak bola profesional.
Peluncuran Witan Sulaeman Academy ditandai dengan prosesi pemotongan tumpeng yang dilakukan bersama Gubernur Sulawesi Tengah, Wakil Wali Kota Palu, Witan Sulaeman, dan para tamu undangan.
Dengan dukungan pemerintah daerah, dunia olahraga, serta antusiasme masyarakat yang tinggi, Witan Sulaeman Academy diharapkan menjadi salah satu pusat pembinaan sepak bola unggulan di kawasan timur Indonesia dan menjadi tempat lahirnya talenta-talenta muda yang kelak mengharumkan nama Sulawesi Tengah serta Indonesia di panggung sepak bola dunia.

