MAROS, RastraNews.id – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Maros hingga Mei 2026 telah mencapai Rp140 miliar atau sekitar 40 persen dari target tahun ini yang ditetapkan sebesar Rp347 miliar.
Capaian tersebut terungkap dalam rapat evaluasi PAD yang digelar di Ruang Marusu, Kompleks Kantor Bupati Maros, Senin (15/6/2026).
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Maros, M Ferdiansyah, menyebut realisasi pendapatan daerah sejauh ini menunjukkan tren yang positif.
“Semoga bulan depan sudah mencapai 50 persen,” ujarnya usai rapat.
Senada dengan itu, Wakil Bupati Maros Muetazim Mansyur menilai capaian PAD hingga Mei masih berada di jalur yang sesuai dengan target pemerintah daerah.
“Ini kan baru Mei. Mudah-mudahan ke depan sudah bisa mencapai 50 persen,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Maros menargetkan realisasi PAD pada semester pertama 2026 dapat menyentuh minimal 50 persen dari total target tahunan.
Meski secara umum menunjukkan perkembangan positif, hasil evaluasi mengungkap masih ada sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) yang perlu mempercepat kinerja pengumpulan pendapatan.
Dua OPD yang menjadi sorotan yakni Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan serta Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan.
Pada sektor pertanian, target PAD tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp650 juta. Namun hingga Mei, realisasinya baru mencapai Rp167 juta atau sekitar 25,8 persen. Dengan demikian, masih terdapat kekurangan sekitar Rp482 juta untuk mencapai target.

