RastraNews.id, Makassar — Fakultas Farmasi Unhas (Universitas Hasanuddin) menyelenggarakan asesmen lapangan re-akreditasi Program Studi Doktor (S3) Ilmu Farmasi oleh LAM-PTKes. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, 26–28 Maret 2026, di lingkungan Fakultas Farmasi Unhas.
Asesmen dilakukan dua asesor, yakni Prof. Dr. apt. Daryono Hadi Tjahjono, M.Sc dan Prof. Dr.rer-nat. apt. Nanang Fakhrudin, M.Si. Keduanya melaksanakan evaluasi lapangan dan penilaian dokumen untuk memverifikasi mutu program studi sesuai standar nasional.
Pembukaan berlangsung di ruang senat Fakultas Farmasi dan dihadiri Rektor Unhas, Jamaluddin Jompa, Sekretaris LPMPP Prof. Rini Rachmawaty, Dekan Fakultas Farmasi apt. Abdul Rahim, serta jajaran pimpinan, dosen, dan tenaga kependidikan.
Dalam sambutannya, Jamaluddin Jompa yang akrab disapa Prof. JJ menegaskan keberadaan Program Studi Doktor Ilmu Farmasi unggul sangat strategis bagi kawasan Indonesia Timur. Ia menyebut sekitar 75 persen dosen farmasi di PTN/PTS wilayah tersebut masih berkualifikasi magister.
“Keberadaan program studi Doktor Ilmu Farmasi yang unggul sangat penting di Indonesia Timur untuk meningkatkan kualitas SDM dosen farmasi,” ujarnya.
Prof. JJ juga menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi Fakultas Farmasi dalam mendukung capaian institusi, dan berkomitmen memberikan dukungan fasilitas.
Sementara itu, Dekan Fakultas Farmasi Abdul Rahim mengapresiasi dukungan pimpinan universitas dan seluruh tim yang terlibat. Ia menyebut re-akreditasi menjadi momentum penting untuk penguatan mutu prodi.
“Dalam tiga tahun terakhir jumlah mahasiswa Program Studi Doktor Ilmu Farmasi meningkat signifikan. Kami berharap masukan asesor dapat semakin meningkatkan kualitas dan dampak keilmuan prodi,” katanya.
Diketahui, Program Studi Doktor Ilmu Farmasi sebelumnya terakreditasi pada Desember 2020 dengan masa berlaku lima tahun. Melalui proses re-akreditasi ini, prodi menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu pendidikan dan relevansi terhadap kebutuhan masyarakat.
Rangkaian asesmen meliputi diskusi pimpinan prodi, visitasi laboratorium dan fasilitas, pemeriksaan dokumen, wawancara dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, hingga pengguna lulusan. Kegiatan ditutup dengan penyamaan persepsi laporan dan penyerahan berita acara. (mu)

