Maros, RastraNews.id – Puncak peringatan Hari Jadi Kabupaten Maros yang ke-67 berlangsung secara sederhana di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah.

Peringatan tersebut digelar dalam rapat paripurna DPRD Maros pada Selasa, 7 Juli 2026.

Acara ini dihadiri oleh sekitar 300 tamu undangan internal Pemerintah Kabupaten Maros.

Meski tanpa undangan resmi untuk pejabat luar daerah, beberapa kepala daerah tampak hadir memberikan penghormatan dengan mengenakan pakaian adat, seperti Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau (jas tutup emas) dan Bupati Wajo Andi Rosman (jas tutup merah marun).

Sektor Infrastruktur dan Pelayanan Publik Jadi Prioritas

Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, hadir sebagai tamu kehormatan sekaligus menyerahkan sejumlah bantuan strategis:

  • Bantuan Keuangan Rp8,5 Miliar: Dialokasikan untuk pembebasan lahan proyek duplikasi Jembatan Sungai Maros (jembatan kembar) guna mengurai kemacetan di pusat Kota Maros.

  • Buffer Stock Logistik: Senilai Rp141 juta untuk penanggulangan bencana.

  • Fasilitas Operasional: Satu unit traktor roda empat untuk sektor pertanian dan satu unit mobil operasional untuk Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) guna meningkatkan pelayanan administrasi warga.

Dana Hibah Rumah Ibadah & Dukungan UMKM

Pemprov Sulsel juga menyalurkan dana hibah ke sejumlah masjid dengan rincian sebagai berikut:

Nama Rumah Ibadah Lokasi / Kecamatan Jumlah Bantuan
Masjid Jami Darul Istiqamah Kec. Mandai Rp100 Juta
Masjid Al Muhajirin (Lappara) Kec. Moncongloe Rp80 Juta
Masjid Al Hijir Ismail (Mattammapa) Kec. Tompobulu Rp50 Juta
Masjid Dg Balu Asyrag Kec. Moncongloe Rp50 Juta
Masjid Nurul Taqwa Kec. Lau Rp30 Juta

Selain rumah ibadah, sektor ekonomi kerakyatan juga mendapat suntikan dana sebesar Rp187 juta yang diwujudkan dalam bentuk bantuan kemasan produk dan peralatan usaha bagi para pelaku UMKM lokal.

Capaian Prestasi dan Tantangan Ekonomi Maros

Bupati Maros, Chaidir Syam, mengapresiasi penuh bantuan dari Pemprov Sulsel, khususnya terkait kelanjutan dana pembebasan lahan jembatan kembar yang sempat tertunda. Di usia yang ke-67 ini, ia memaparkan beberapa capaian positif Kabupaten Maros:

  1. UNESCO Global Geopark: Berhasil mempertahankan kawasan karst Maros-Pangkep, yang dijadwalkan menjalani revalidasi berkala oleh UNESCO pada 27 Juli 2026.

  2. Kesehatan: Mempertahankan status Universal Health Coverage (UHC) demi akses layanan kesehatan masyarakat yang luas.

  3. Pertumbuhan Ekonomi: Mencapai 9,53% pada triwulan pertama tahun 2026 (tertinggi kedua di Sulsel). Serta mencatat peningkatan investasi tertinggi ketiga se-Sulsel pada tahun 2025.

Tantangan Fiskal & Solusi:

Bupati Chaidir mengakui adanya tantangan fiskal akibat berkurangnya dana transfer dari pusat. Sebagai solusi, Pemkab Maros mengusulkan perbaikan lima ruas jalan di wilayah pegunungan (Kecamatan Camba, Cenrana, Mallawa, dan Tompobulu) melalui Program Inpres Jalan Daerah (IJD).

Sinergi Pemerintah dan DPRD

Ketua DPRD Maros, Muhammad Gemilang Pagessa, menegaskan bahwa momentum HUT ke-67 ini harus menjadi pelecut sinergi antara eksekutif dan legislatif dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat dan respons pelayanan publik.

Terkait infrastruktur, data DPRD menunjukkan bahwa 80% jalan kabupaten kini dalam kondisi baik, sementara 20% sisanya akan terus diperbaiki secara bertahap melalui kolaborasi anggaran daerah (APBD) maupun program Inpres Jalan Daerah. []