RastraNews.id, Makassar — Kritik keras terhadap kinerja PDAM Kota Makassar kembali mencuat dalam Rapat Paripurna di Ruang Sipakatau Balai Kota Makassar, Senin (20/4/2026).
Anggota DPRD Makassar sekaligus Ketua Fraksi MULIA, Ray Suryadi Arsyad, menilai kinerja PDAM hingga saat ini sangat buruk dan belum mampu menjawab persoalan mendasar masyarakat.
Ray menegaskan, krisis air bersih khususnya di wilayah Dapil 2 (Utara Kota) masih berlangsung sejak puluhan tahun tanpa solusi yang signifikan. Padahal, menurutnya, air merupakan kebutuhan paling dasar yang menentukan kualitas hidup warga.
“PDAM, Pak Wali, kami harus menyampaikan bahwa kinerjanya sangat buruk. Tidak ada inovasi baru, tidak ada perubahan yang bisa menjadi jalan keluar dari persoalan yang ada,” tegasnya di hadapan forum.
Ia mengaku prihatin karena kondisi tersebut dirasakan langsung oleh masyarakat, bahkan oleh dirinya sebagai wakil rakyat yang tinggal di wilayah terdampak. Situasi ini, kata dia, tidak bisa lagi dianggap sebagai persoalan biasa.
Ray juga menekankan, percuma berbicara soal kemajuan kota jika kebutuhan dasar seperti air bersih belum terpenuhi. Ia meminta Pemerintah Kota Makassar memprioritaskan pembenahan sektor ini sebelum melangkah ke program lain.
“Percuma kita bicara anak-anak cerdas atau orang tua produktif kalau kebutuhan dasar belum selesai. Air ini harus jadi fokus utama,” ujarnya.
Sebagai langkah konkret, DPRD Makassar berencana membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk membahas persoalan air bersih secara lebih serius dan menyeluruh. Inisiatif ini juga melibatkan sejumlah anggota dewan dari Dapil 2.
Selain itu, Ray menyoroti lemahnya pengawasan terhadap aspek teknis infrastruktur PDAM. Selama ini, pembahasan di DPRD lebih banyak berfokus pada aspek keuangan, sementara persoalan teknis belum tersentuh secara maksimal.
Ia pun mendorong kolaborasi lintas komisi, khususnya dengan Komisi C yang membidangi infrastruktur, agar pengawasan dan perbaikan bisa berjalan lebih efektif.
“Ini persoalan krusial. Percuma kita bicara kemajuan kalau air saja masih susah,” pungkasnya. (mu)

