Rastranews.id, Makassar – PSM Makassar masih bertengger di papan tengah klasemen Liga 1.
PSM tertahan di peringkat ke-9 dengan 19 poin dari 16 laga. Hal ini membuat Juku Eja mulai menghadapi ancaman serius.
Pasalnya, jarak poin kian tipis dengan zona degradasi.
Berdasarkan klasemen sementara, PSM hanya unggul sekira 12 poin dari dasar klasemen, sementara kompetisi masih menyisakan banyak pertandingan.
Situasi ini membuat posisi PSM belum sepenuhnya aman, terutama jika tren hasil imbang dan kekalahan terus berulang.
Papan Tengah yang Rawan “Terjun Bebas”
Liga 1 musim ini menunjukkan persaingan yang sangat ketat.
Selisih poin antartim di papan tengah hingga papan bawah relatif tipis.
Kondisi tersebut membuat satu atau dua kekalahan beruntun berpotensi menyeret tim turun drastis ke zona merah.
PSM sendiri mencatat 7 hasil imbang, terbanyak dibanding beberapa pesaing di atasnya.
Raihan satu poin demi satu poin ini membuat laju tim tersendat dan membuka peluang tim-tim di bawah untuk mendekat.
Produktivitas Minim, Ancaman Nyata
PSM baru mencetak 19 gol dari 16 pertandingan.
Produktivitas ini terbilang rendah untuk tim dengan target papan atas.
Lebih mengkhawatirkan lagi, lini belakang telah kebobolan 21 gol, menandakan keseimbangan permainan belum ideal.
Jika situasi ini tak segera dibenahi, PSM berpotensi mengalami penurunan posisi secara signifikan, terutama saat menghadapi jadwal padat dan tekanan laga tandang.
Putaran Kedua Jadi Penentu Nasib
Putaran kedua akan menjadi fase krusial. PSM wajib mengubah hasil imbang menjadi kemenangan, khususnya saat bermain di kandang.
Kegagalan meraih poin penuh justru bisa menjadi awal “turun jurang” ke papan bawah, mengingat agresivitas tim-tim zona merah yang berjuang keluar dari degradasi.
Sebaliknya, jika mampu menemukan konsistensi, PSM masih punya peluang kembali bersaing di papan atas dan menjauh dari ancaman degradasi. (MU)

