Anggaran sebesar Rp51,6 miliar murni dialokasikan untuk konstruksi fisik, terpisah dari dana pembebasan lahan.
Secara teknis, struktur baru ini akan dibangun sejajar di sisi jembatan yang sudah ada. Spesifikasi jembatan meliputi:
-
Panjang: Sekitar 103 meter
-
Struktur: Terdiri dari 3 bentang, 2 abutmen, dan 2 pilar (pier)
-
Fondasi: Menggunakan metode bore pile berdiameter 80 cm dengan kedalaman 8 hingga 10 meter.
Pihak kontraktor mengejar target penyelesaian fondasi pada Desember 2026 sebelum debit air Sungai Maros melonjak akibat musim hujan.
Percepatan ini penting karena alat berat bore pile harus beroperasi langsung di area badan sungai.
Indra juga memastikan bahwa desain jembatan dengan tiga bentang tersebut sudah diperhitungkan agar tidak menghambat aliran sungai ataupun tersangkut material hanyutan pohon.
Selama proses konstruksi berlangsung, masyarakat tidak perlu khawatir karena arus lalu lintas di jembatan eksisting dipastikan tetap berjalan normal tanpa adanya penutupan jalur atau pengalihan arus kendaraan. []

