RastraNews.id, Makassar — Progres pembangunan Stadion Untia di Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, kini memasuki fase yang semakin konkret pada awal 2026. Setelah melalui proses panjang perencanaan dan lelang, proyek strategis Pemerintah Kota Makassar ini mulai bergerak menuju tahap konstruksi fisik.
Penetapan PT Ciriajasa Cipta Mandiri sebagai pemenang tender Manajemen Konstruksi (MK) menjadi tonggak awal dimulainya pekerjaan. Kontrak kerja telah resmi diteken bersama Pemkot Makassar melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) pada 17 Maret 2026, disusul penerbitan Surat Penunjukan Barang/Jasa (SPBJ) sebagai dasar pelaksanaan kegiatan.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memastikan bahwa proyek Stadion Untia terus bergerak ke tahap lanjutan setelah proses lelang MK rampung. Ia menegaskan, penetapan pemenang tender melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) menjadi titik krusial percepatan pembangunan.
“Dengan adanya pemenang tender MK dan penandatanganan kontrak, maka pembangunan konstruksi fisik serta penimbunan lahan stadion bisa kita kerjakan secepatnya pertengahan tahun ini,” ujarnya, Senin (20/4/2026).
Saat ini, proyek memasuki tahap persiapan pengadaan sebagai fondasi sebelum pekerjaan fisik dimulai. Tahapan ini akan dilanjutkan dengan proses pemilihan penyedia konstruksi melalui Unit Layanan Pengadaan (ULP) guna memastikan pelaksanaan berjalan transparan, akuntabel, dan sesuai standar.
Jika seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal, kontrak pekerjaan fisik ditargetkan mulai efektif pada Mei hingga Juli 2026, dengan penimbunan lahan sebagai langkah awal di lapangan.
Munafri menilai progres ini menjadi sinyal kuat bahwa pembangunan Stadion Untia kian mendekati realisasi. Kehadiran stadion tersebut diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan fasilitas olahraga representatif di wilayah utara Kota Makassar.
“Dengan masuknya proyek ke tahap lanjutan ini, kita optimistis stadion segera terealisasi dan menjadi infrastruktur olahraga yang mendorong perkembangan sepak bola serta ekonomi kawasan,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh tahapan yang telah dilalui berjalan sesuai regulasi, sehingga memberikan kepastian terhadap keberlanjutan proyek.
Sementara itu, Kepala Dinas PU Kota Makassar, Zuhaelsy Zubir, menjelaskan bahwa saat ini fokus pekerjaan berada pada penyusunan dokumen teknis dan administratif sebagai dasar pelaksanaan tender konstruksi fisik.
“Proses administrasi dan dokumen fisik terus kami kebut agar pembangunan stadion segera masuk tahap konstruksi tahun ini,” ujarnya.
Proyek Stadion Untia akan dikerjakan dengan skema tahun jamak (multiyears). Sepanjang 2025, Pemkot Makassar memprioritaskan penyelesaian aspek legalitas lahan, termasuk sertifikasi sekitar 23 hektare kawasan stadion guna memastikan kepastian hukum.
Selain itu, berbagai dokumen pendukung seperti feasibility study (FS), analisis dampak lalu lintas (andalalin), serta analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) juga telah dirampungkan sebagai prasyarat pembangunan berkelanjutan.
Dari sisi tata ruang, Pemkot Makassar turut menuntaskan dokumen Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR) serta Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) sebagai payung hukum pembangunan kawasan.
Memasuki tahun 2026, aktivitas lapangan mulai terlihat dengan kehadiran alat berat untuk membuka akses jalan serta persiapan penimbunan lahan. Hal ini menjadi indikator bahwa proyek mulai bertransformasi dari tahap perencanaan menuju pekerjaan fisik.
Zuhaelsy menambahkan, penyusunan dokumen ditargetkan rampung pada akhir April 2026, dilanjutkan dengan tender konstruksi fisik pada awal Mei. Proses tender diperkirakan berlangsung selama 30 hingga 45 hari sesuai ketentuan.
“Jika tidak ada hambatan, akhir Juni atau awal Juli sudah bisa masuk tahap kontrak,” jelasnya.
Untuk tahun anggaran 2026, alokasi pembangunan fisik Stadion Untia mencapai sekitar Rp124 miliar, yang mencakup pekerjaan awal seperti pematangan lahan dan penimbunan kawasan.
Ia menegaskan bahwa seluruh perusahaan memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti tender, selama memenuhi standar teknis tinggi, termasuk mengacu pada standar internasional.
Dengan tahapan yang berjalan sistematis dan berbasis regulasi, pembangunan Stadion Untia kini tidak lagi sekadar wacana, melainkan proyek nyata yang tengah bergerak menuju realisasi. (*)

