RastraNews.id, Makassar — Direktur Utama Perumda Pasar Makassar Raya, Adi Rasyid Ali (ARA), menegaskan pihaknya terus melakukan langkah antisipatif untuk menekan praktik parkir liar di pusat perbelanjaan jelang bulan Ramadan
Menurutnya, persoalan parkir liar menjadi tantangan besar karena laporan dari masyarakat terus berdatangan. Meski demikian, Perumda Pasar bersama instansi terkait terus melakukan penertiban secara rutin.
“Ini tantangan luar biasa. Tiap hari kita lakukan sidak juru parkir (jukir) liar maupun parkir liar di mana pun. Karena banyak sekali laporan masuk,” ujar ARA, Jumat (13/2/2026), saat menanggapi pertanyaan terkait potensi lonjakan parkir liar selama Ramadan.
ARA menyebut sejumlah titik rawan yang selama ini sulit disentuh kini mulai berhasil ditertibkan. Ia mencontohkan kawasan terowongan Mal Panakkukang hingga wilayah Pengayoman yang sebelumnya dikenal sebagai zona rawan parkir liar.
“Tapi coba Anda lihat di terowongan Mall Panakkukang atau di wilayah Pengayoman, itu sudah selesai (ditertibkan). Wilayah yang selama 15–20 tahun tidak ada yang bisa sentuh, jalur ‘Gaza’-nya perparkiran, sudah kami selesaikan,” tegasnya.
Menghadapi Ramadan, ARA mengakui tantangan akan semakin berat seiring meningkatnya volume kendaraan dari daerah yang masuk ke Makassar. Namun ia memastikan penertiban tetap berjalan konsisten.
“Memang tidak gampang, apalagi saat Ramadan di mana volume kendaraan dari daerah meningkat. Tapi kita tetap akan tertibkan. Di Makassar ini harus tegas. Kalau kita tidak tegas, selesai (berantakan),” katanya.
Ia menambahkan, pihaknya kini rutin melakukan patroli bergilir (rolling patroli) untuk memastikan praktik jukir liar tidak kembali muncul di titik-titik rawan.
“Kami selalu melakukan rolling patroli agar jukir liar tidak berani lagi. Kita sudah bilang: ‘Kamu parkir di sini (sembarangan), kami angkut motornya,’ bekerja sama dengan Dishub,” pungkas ARA. (mu)

