RastraNews.id, Maros — Seorang pria bernama AH (50) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi bersimbah darah di pinggir Jalan Poros Kariango Lorong 3, Desa Sudirman, Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros, Minggu (7/6/2026) malam. Polisi menduga korban merupakan korban tindak pidana pembunuhan.

Kasi Humas Polres Maros, AKP Ahmad, mengatakan korban ditemukan sekitar pukul 19.30 Wita setelah seorang warga yang melintas melihat korban tergeletak di pinggir jalan dalam kondisi bersimbah darah.

“Korban pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Ahmad yang kemudian memanggil Ketua RT setempat untuk memastikan kondisi korban dan selanjutnya melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian,” kata AKP Ahmad, Senin (8/6/2026).

Peristiwa tersebut juga sempat menjadi perhatian publik setelah rekaman video dari lokasi kejadian beredar luas di media sosial. Dalam video itu tampak seorang pria yang masih mengenakan helm tergeletak dalam posisi tengkurap di badan jalan. Di sekitar tubuh korban terlihat bercak darah, sementara sejumlah warga tampak berkumpul di sekitar lokasi.

Narasi yang menyertai video menyebut korban diduga merupakan seorang pengemudi ojek online yang menjadi korban penikaman. Namun, hingga kini pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait profesi korban maupun penyebab pasti luka yang dialaminya.

Menurut AKP Ahmad, personel Polsek Tanralili yang menerima laporan segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi korban ke Puskesmas Tanralili untuk mendapatkan penanganan medis serta pemeriksaan awal.

“Dari hasil pemeriksaan awal, korban diduga menjadi korban tindak pidana pembunuhan,” ujarnya.

Korban diketahui merupakan warga Perumahan Anugrah Residence Blok D Nomor 2, Dusun Bira-Bira, Kelurahan Kurre Sumanga, Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros.

AKP Ahmad menjelaskan, hingga saat ini identitas pelaku belum diketahui dan masih dalam proses penyelidikan oleh aparat kepolisian.

Sejumlah langkah telah dilakukan penyidik untuk mengungkap kasus tersebut, di antaranya mengamankan lokasi kejadian, berkoordinasi dengan Tim Dokkes Bhayangkara, mengumpulkan keterangan saksi-saksi, melakukan olah tempat kejadian perkara, serta mengembangkan penyelidikan guna mengidentifikasi dan menangkap pelaku.

“Hingga saat ini pelaku masih dalam penyelidikan dan identitasnya belum diketahui,” pungkasnya.

Polisi juga masih mendalami motif serta kronologi lengkap peristiwa yang menyebabkan korban kehilangan nyawa tersebut. (*)