Rastranews.id, Palu – Polda Sulteng mulai mematangkan persiapan pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Hal itu ditandai dengan pelaksanaan Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Kesiapan Operasi Ketupat Tinombala 2026 yang digelar di Ballroom Swiss-Belhotel Palu, Selasa (10/3/2026).
Rakor dipimpin langsung Kapolda Sulteng Irjen Pol Endi Sutendi dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pejabat TNI-Polri, instansi pemerintah, hingga perwakilan stakeholder terkait.
Sejumlah pejabat yang hadir antara lain perwakilan Gubernur Sulteng, Ketua DPRD Provinsi Sulteng, Kejaksaan Tinggi Sulteng, Pengadilan Tinggi Sulteng, Pangdam XXIII/Palaka Wira, BIN Daerah Sulteng, BNN Provinsi Sulteng, hingga unsur TNI AL. Turut hadir Wakapolda Sulteng Brigjen Pol Dr Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, Irwasda Kombes Pol Purwanto Puji Sutan, para pejabat utama Polda Sulteng, Kapolres jajaran, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat.
Selain itu, sejumlah instansi juga memaparkan kesiapan dukungan pengamanan Lebaran, di antaranya Pertamina, PLN, Basarnas, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Perhubungan, Dinas Pariwisata, hingga Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulteng.
Dalam sambutannya, Kapolda Sulteng menegaskan bahwa perayaan Idul Fitri merupakan agenda nasional yang selalu diikuti peningkatan mobilitas masyarakat secara signifikan.
“Momentum Idul Fitri ini dimanfaatkan masyarakat untuk beribadah, bersilaturahmi, berlibur, dan berkumpul bersama keluarga. Hal ini tentu berdampak pada meningkatnya aktivitas dan pergerakan masyarakat secara masif,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, berdasarkan survei Kementerian Perhubungan RI, potensi pergerakan masyarakat selama masa mudik Lebaran tahun ini diperkirakan mencapai 50,6 persen dari total populasi atau sekitar 143,9 juta orang.
Karena itu, rakor lintas sektoral dinilai penting untuk memperkuat koordinasi antarinstansi sekaligus mengevaluasi kesiapan pengamanan, termasuk rekayasa lalu lintas serta langkah-langkah antisipasi lainnya agar situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.
Dalam Operasi Ketupat Tinombala 2026, Polda Sulteng akan mengerahkan total 3.739 personel gabungan. Rinciannya, 1.566 personel Polri, 399 personel TNI, serta 1.774 personel dari berbagai instansi dan stakeholder terkait.
Operasi kepolisian terpusat tersebut akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026.
Untuk mendukung pengamanan, sebanyak 92 pos akan didirikan di berbagai wilayah hukum Polres jajaran. Pos tersebut terdiri dari 58 Pos Pengamanan (Pos Pam), 19 Pos Pelayanan (Pos Yan), serta 15 Pos Terpadu.
“Pos tersebut terdiri dari 58 Pos Pengamanan (Pos Pam) yang difokuskan pada pengaturan arus lalu lintas, pencegahan tindak pidana, serta penanganan gangguan keamanan,” terangnya.
Sementara itu, Pos Pelayanan akan menyediakan berbagai layanan bagi masyarakat, mulai dari informasi perjalanan, bantuan medis, hingga tempat beristirahat bagi para pemudik. Sedangkan Pos Terpadu dioperasikan bersama lintas instansi untuk memberikan pelayanan terintegrasi, termasuk pemeriksaan kesehatan pengemudi guna mencegah kecelakaan lalu lintas.
Seluruh pos tersebut nantinya akan mengamankan sebanyak 4.630 objek pengamanan, seperti masjid, lokasi pelaksanaan salat Idul Fitri, terminal, pelabuhan, bandara, pusat perbelanjaan, hingga tempat wisata yang diprediksi ramai dikunjungi masyarakat.
Kapolda juga menekankan pentingnya sinergi seluruh pihak dalam menyukseskan Operasi Ketupat Tinombala 2026. Ia meminta setiap instansi segera menginventarisasi potensi kerawanan serta menyiapkan langkah antisipasi sejak dini.
Selain itu, koordinasi lintas sektor juga harus terus diperkuat dengan mengesampingkan ego sektoral dan mengedepankan komunikasi serta kolaborasi.
Edukasi kepada masyarakat terkait mudik aman juga diminta terus digencarkan melalui berbagai platform, baik media sosial, media elektronik, maupun media cetak.
Di sisi lain, pengawasan distribusi bahan pokok dan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) juga menjadi perhatian untuk menjaga stabilitas harga dan mencegah kelangkaan selama periode Lebaran.
Tak hanya itu, aparat juga diminta mengantisipasi potensi bencana alam seperti banjir dan tanah longsor akibat cuaca ekstrem, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kejahatan dan potensi aksi terorisme.
“Melalui koordinasi lintas sektoral ini, diharapkan pelaksanaan Operasi Ketupat Tinombala 2026 di wilayah Sulawesi Tengah dapat berjalan aman, lancar, dan memberikan rasa nyaman bagi masyarakat yang merayakan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah,” tutupnya. (*)

