Rastranews.id, Palu – Polda Sulteng terus mendorong penguatan nilai keimanan dan pendekatan humanis dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah dengan membentuk Tim Asmaul Husna, sebagai wadah pembinaan spiritual bagi personel Polri.
Kepala Biro Sumber Daya Manusia (Karo SDM) Polda Sulteng, Kombes Pol. Anton Sudjarwo, menjelaskan bahwa pembentukan tim ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam menanamkan nilai religius di lingkungan kepolisian.
“Sekaligus memperkuat spiritualitas anggota Polri dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat,” ujar Anton dalam keterangannya di Palu, Minggu (25/1/2026).
Ia menyampaikan, Tim Asmaul Husna mulai diberlakukan sejak 12 Januari 2026 dan berperan mendukung pelaksanaan program Subuh Berkah Polri serta berbagai kegiatan keagamaan lainnya. Seluruh kegiatan tersebut berada di bawah pembinaan Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas) Polda Sulteng.
Pembentukan Tim Asmaul Husna merupakan tindak lanjut dari arahan Kapolda Sulawesi Tengah, Irjen Pol. Dr. Endi Sutendi. Kebijakan tersebut secara resmi tertuang dalam Surat Perintah Kapolda Sulteng Nomor Sprint/53/I/BIN.1.1./2026, yang ditandatangani langsung oleh Karo SDM Polda Sulteng.
Anton menambahkan, lantunan Asmaul Husna diharapkan mampu memberikan ketenangan batin bagi personel, sekaligus menumbuhkan keikhlasan serta tanggung jawab moral dan spiritual dalam setiap pelaksanaan tugas kepolisian.
Lebih dari itu, keberadaan Tim Asmaul Husna juga diharapkan memberi dampak positif bagi masyarakat melalui kegiatan keagamaan yang bersifat inklusif dan membangun kedekatan emosional antara Polri dan warga.
Dengan inisiatif ini, Polda Sulteng menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pelayanan kepolisian yang profesional, humanis, dan berlandaskan nilai keimanan serta ketakwaan.
“Kami berharap kegiatan Tim Asmaul Husna dapat menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, membangun karakter personel Polri yang humanis dan berakhlak mulia, serta mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat,” katanya. (*)

