RastraNews.id, Makassar – Polda Sulawesi Selatan terus memperkuat sistem pembinaan karier personel melalui mekanisme promosi jabatan yang transparan, objektif, dan berbasis kompetensi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Uji Kompetensi Manajerial Promosi Jabatan (Projab) Terbuka Kapolsek Urban yang digelar di Gedung Assessment Bagbinkar Ro SDM Polda Sulsel, Senin (13/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Lantai 2 Gedung Assessment tersebut dibuka langsung oleh Kepala Biro Sumber Daya Manusia (Karo SDM) Polda Sulsel, Kombes Pol. Adi Febrian Saputra.

Dalam arahannya, Adi menegaskan bahwa assessment menjadi instrumen penting untuk memastikan setiap pejabat yang dipromosikan memiliki kompetensi, integritas, dan kemampuan manajerial yang sesuai dengan tuntutan jabatan.

Menurutnya, seorang Kapolsek Urban tidak hanya dituntut memiliki pengalaman operasional, tetapi juga kemampuan memimpin organisasi, mengambil keputusan strategis, mengelola sumber daya, serta menghadirkan pelayanan kepolisian yang efektif dan responsif kepada masyarakat.

“Uji kompetensi manajerial dilaksanakan untuk menilai kesesuaian antara kompetensi yang dimiliki peserta dengan standar kompetensi yang dipersyaratkan dalam jabatan Kapolsek Urban,” kata Adi saat membuka kegiatan.

Ia juga menekankan pentingnya profesionalisme seluruh pihak yang terlibat dalam proses assessment.

“Kepada para asesor, laksanakan kegiatan ini secara sungguh-sungguh dan objektif. Kepada para asesi, jadilah diri sendiri agar hasil yang diperoleh benar-benar menggambarkan kemampuan yang dimiliki,” pesannya.

14 Peserta Dinilai oleh 34 Asesor

Sebanyak 14 peserta (asesi) mengikuti proses assessment untuk memperebutkan posisi Kapolsek Urban.

Untuk menjamin objektivitas dan akuntabilitas penilaian, Polda Sulsel melibatkan 34 asesor yang bertugas mengukur dan mengevaluasi 11 kompetensi manajerial setiap peserta.

Proses penilaian dilakukan menggunakan empat instrumen utama, yakni:

CAT Intray
CAT Psikometri
Wawancara Behavioral Event Interview (BEI)
Leaderless Group Discussion (LGD)

Melalui berbagai metode tersebut, kemampuan peserta diuji secara komprehensif, mulai dari kepemimpinan, komunikasi, pengambilan keputusan, hingga kemampuan menyelesaikan masalah dalam situasi yang kompleks.

Wujud Implementasi Sistem Merit

Pelaksanaan assessment ini merupakan bagian dari implementasi sistem merit dalam pembinaan sumber daya manusia Polri, di mana promosi jabatan diberikan berdasarkan kompetensi, kapasitas, dan potensi personel.

Pendekatan tersebut menjadi salah satu upaya Polri untuk memastikan setiap jabatan strategis diisi oleh personel yang benar-benar memiliki kemampuan sesuai kebutuhan organisasi.

Polda Sulsel berharap mekanisme seleksi berbasis kompetensi dapat melahirkan pemimpin-pemimpin Polsek Urban yang adaptif terhadap perkembangan masyarakat dan mampu menjawab tantangan tugas kepolisian yang semakin dinamis.

Selain menjadi tahapan penting dalam promosi jabatan, assessment tersebut juga menjadi bagian dari komitmen Polda Sulsel dalam mendukung transformasi Polri yang Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan).

Dengan sistem seleksi yang terbuka dan profesional, para Kapolsek Urban yang terpilih nantinya diharapkan mampu menghadirkan pelayanan kepolisian yang lebih humanis, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Dukungan untuk Penguatan SDM Polri

Salah satu asesor dalam kegiatan tersebut, AKBP Nur Ichsan yang juga menjabat sebagai Kabag Ops Satbrimob Polda Sulsel, menyampaikan apresiasi atas dukungan pimpinan sehingga dirinya dapat terus berkontribusi dalam pelaksanaan assessment personel Polri.

Ia berharap proses seleksi tersebut mampu menghasilkan pejabat Kapolsek Urban yang memiliki kompetensi dan kapasitas terbaik untuk memimpin wilayahnya masing-masing.

“Semoga kegiatan ini menghasilkan pejabat Kapolsek Urban yang andal dan sesuai dengan kompetensi yang dipersyaratkan,” ujarnya.