RastraNews.id, Gowa – Bawaslu Gowa resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Institut Aisyiyah Sulawesi Selatan (INASS) dalam rangka memperkuat sosialisasi pengawasan partisipatif dan pendidikan pemilih pemula.
Penandatanganan kerja sama tersebut dilaksanakan pada Senin, 2 Maret 2026, di Sekretariat Bawaslu Kabupaten Gowa dan dihadiri oleh pimpinan serta Kepala Sekretariat Bawaslu bersama jajaran pimpinan INASS.
Kerja sama ini difokuskan pada pelaksanaan sosialisasi pengawasan partisipatif sebagai bagian dari penyampaian informasi kepemiluan yang dilakukan secara terencana dan berkelanjutan.
Tujuannya untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran politik, serta mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam mengawasi jalannya Pemilu, baik pada masa tahapan maupun non tahapan.
Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Gowa, Yusnaeni, menyampaikan apresiasi atas respons positif INASS terhadap inisiasi kemitraan tersebut.
Ia menegaskan bahwa INASS merupakan perguruan tinggi pertama di Kabupaten Gowa yang merespons secara konkret ajakan kerja sama pengawasan partisipatif bersama Bawaslu.
“Pada masa non tahapan, kami tetap memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan pesan-pesan demokrasi serta memperkuat pengawasan partisipatif melalui koordinasi dengan para stakeholder, salah satunya perguruan tinggi,” ujarnya.
Menurutnya, banyak program yang dapat dikolaborasikan ke depan, termasuk pelibatan mahasiswa dalam edukasi demokrasi, diskusi kepemiluan, hingga partisipasi dalam berbagai agenda Bawaslu di tingkat yang lebih luas.
Ketua Bawaslu Kabupaten Gowa, Saparuddin, menegaskan bahwa tugas pengawasan tidak berhenti saat tahapan pemilu berakhir.
“Bawaslu itu pengawasan. Pengawasan partisipatif bukan hanya dilakukan saat tahapan berlangsung, tetapi juga pada masa non tahapan. Justru di masa inilah kita memperkuat edukasi demokrasi kepada masyarakat, khususnya kalangan akademisi dan mahasiswa,” tegasnya.
Ia berharap MoU tersebut tidak sekadar seremoni, melainkan berlanjut dalam bentuk program yang konkret dan berkesinambungan. Bawaslu juga membuka ruang bagi kampus untuk memberikan masukan konstruktif dalam pelaksanaan tugas pengawasan.
Sementara itu, Rektor INASS, Nurhayati Azis, menyatakan dukungan penuh terhadap kerja sama tersebut.
“Dengan adanya MoU ini, kami siap berdampingan dengan Bawaslu dalam memberikan edukasi demokrasi. Kami membawa seluruh jajaran INASS sebagai bentuk kesiapan kami untuk berkolaborasi,” ujarnya. (mu)

