Rastranews.id, Palu – Polda Sulteng menutup tahun 2025 dengan catatan kinerja yang menonjol, khususnya dalam upaya menjaga keamanan dan memberantas peredaran narkoba.
Hal itu disampaikan langsung Kapolda Sulteng Irjen Pol Dr. Endi Sutendi saat memimpin konferensi pers rilis akhir tahun di Lobi Utama Polda Sulteng, Selasa (30/12/2025).
Kapolda mengungkapkan gambaran umum situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Sulawesi Tengah sepanjang 2025. Ia menyebut, stabilitas keamanan tetap menjadi fokus utama Polda Sulteng sebagai prasyarat terciptanya rasa aman dan kepercayaan publik.
Irjen Endi menegaskan, pemberantasan narkoba menjadi salah satu agenda prioritas yang terus digencarkan. Menurutnya, kejahatan narkotika tidak hanya merusak individu, tetapi juga mengancam masa depan generasi dan stabilitas sosial.
“Kami tidak akan pernah kompromi. Polda Sulawesi Tengah bersama seluruh jajaran berkomitmen penuh memberantas peredaran gelap narkoba hingga ke akar-akarnya,” tegas Kapolda.
Sepanjang tahun 2025, Polda Sulteng dan jajaran berhasil mengungkap 706 kasus narkoba. Dari jumlah tersebut, 520 kasus telah dituntaskan. Capaian ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2024 yang mencatat 644 kasus, atau naik sekitar 10 persen.
Peningkatan kinerja juga tercermin dari jumlah tersangka yang diamankan. Pada 2025, polisi berhasil menangkap 865 orang tersangka narkoba, lebih banyak dibandingkan 825 orang pada tahun sebelumnya.
Dari sisi barang bukti, hasil penindakan menunjukkan lonjakan signifikan. Polisi menyita sabu seberat 160,14 kilogram, meningkat tajam dari 64,42 kilogram pada 2024. Selain itu, ganja seberat 1.549,8 gram, tembakau sintetis atau tembakau gorila sebanyak 874,8 gram, serta obat-obatan terlarang dan ekstasi mencapai 177.000 butir turut diamankan sepanjang tahun ini.
Meski mencatatkan capaian yang cukup besar, Kapolda menegaskan jajarannya tidak akan berpuas diri. Memasuki 2026, Polda Sulteng akan terus memperkuat langkah pencegahan, meningkatkan kualitas penegakan hukum, serta memperluas sinergi dengan berbagai pihak.
Irjen Endi juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba.
“Keberhasilan pemberantasan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan polisi. Dukungan dan kepedulian masyarakat menjadi kunci utama,” tutupnya. (*)

