RastraNews.id, Maros – Dinas Pendidikan Kabupaten Maros mulai membuka pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada 8 Juni 2026.
Proses penerimaan tahun ini dilakukan melalui empat jalur dengan tahapan pendaftaran yang berlangsung secara bertahap hingga akhir Juni.
Ketua Panitia SPMB Dinas Pendidikan Maros, Takdir, mengatakan empat jalur yang dibuka dalam penerimaan murid baru tahun ini meliputi jalur afirmasi, prestasi, mutasi, dan domisili.
“Jalur afirmasi dibuka lebih dulu pada 8 hingga 9 Juni,” ujar Takdir, Minggu (31/5/2026).
Setelah itu, pendaftaran jalur prestasi akan berlangsung pada 12 hingga 13 Juni, disusul jalur mutasi pada 17 hingga 18 Juni. Adapun jalur domisili, yang menjadi jalur utama penerimaan, dibuka pada 22 hingga 25 Juni 2026.
Proses verifikasi data peserta dijadwalkan berlangsung mulai 10 hingga 26 Juni. Sementara pengumuman hasil seleksi akan dilakukan dalam dua tahap, yakni pada 20 dan 27 Juni 2026.
Takdir menjelaskan, setiap jalur memiliki kuota penerimaan yang berbeda. Jalur afirmasi mendapat alokasi 20 persen dari total daya tampung, baik untuk jenjang SD maupun SMP.
Sementara itu, jalur domisili memperoleh kuota terbesar, yakni 75 persen untuk SD dan 50 persen untuk SMP. Adapun jalur mutasi mendapat kuota sebesar 5 persen pada kedua jenjang pendidikan.
“Khusus jalur prestasi hanya berlaku untuk tingkat SMP dengan kuota sebesar 25 persen,” katanya.
Ia menambahkan, seluruh proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui aplikasi SPMB yang telah terintegrasi dengan sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
Meski demikian, Dinas Pendidikan tetap memberikan kemudahan bagi calon peserta didik yang berada di wilayah dengan keterbatasan akses internet. Sekolah akan membantu proses pendaftaran secara offline sebelum dokumen diunggah ke sistem saat jaringan tersedia.
“Nanti setelah mendapatkan akses jaringan, dokumen calon peserta didik akan diunggah ke sistem SPMB,” jelasnya.
Menurut Takdir, penggunaan aplikasi SPMB akan mempermudah sekolah dan operator Dapodik dalam menarik serta menyinkronkan data peserta didik secara lebih cepat dan akurat.
“Semua data pendaftaran akan masuk ke database sistem SPMB agar memudahkan sinkronisasi dengan Dapodik masing-masing satuan pendidikan,” ujarnya. []

