Rastranews.id, Makassar – Karang Taruna Kampus Sulawesi Selatan bersama HIPMI Perguruan Tinggi Universitas Negeri Makassar (UNM) sukses menggelar Diskusi Kepemudaan bertajuk “Refleksi Kepemudaan Sulawesi Selatan dan Peluang Pemuda dalam Pertumbuhan Sosial dan Ekonomi 2026”.

Forum ini menjadi ruang strategis dimana pemuda berdialog secara terbuka dan merumuskan peran konkret dalam pembangunan daerah.

Kegiatan yang berlangsung Sabtu, 27 Desember 2025, di Hotel Santika Makassar tersebut dihadiri unsur pemuda, mahasiswa, organisasi kepemudaan, serta para pemangku kepentingan. Diskusi ini menegaskan posisi pemuda sebagai subjek utama pembangunan, bukan sekadar pelengkap kebijakan.

Sejumlah narasumber kunci hadir memperkaya diskusi. Dari Pemerintah Kota Makassar, Muhammad Dasysyara Dahyar, Kepala Bidang Pemberdayaan Pemuda, hadir mewakili Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin. Turut hadir Direktur Intelkam Polda Sulawesi Selatan Kombes Pol. Hajar Mabrur Bujangga serta Ketua Karang Taruna Provinsi Sulawesi Selatan Harmansyah, S.E.

Dalam pemaparannya, perwakilan Pemkot Makassar menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah dan pemuda untuk melahirkan kebijakan pemberdayaan yang inklusif dan berkelanjutan.

Sementara itu, Direktorat Intelkam Polda Sulsel menyoroti peran strategis pemuda dalam menjaga stabilitas sosial dan keamanan, termasuk mencegah potensi konflik di tengah dinamika masyarakat.

Ketua Karang Taruna Sulsel menegaskan, pemuda harus menjadi motor perubahan sosial melalui penguatan kapasitas, kemandirian ekonomi, dan solidaritas.

Berbagai isu strategis mengemuka, mulai dari pemberdayaan pemuda, penguatan kapasitas menghadapi tantangan ekonomi, hingga respons terhadap dinamika sosial di era transformasi global.

Diskusi ini juga menjadi ajang konsolidasi lintas organisasi kepemudaan dan mahasiswa, guna memperkuat sinergi dan melahirkan gagasan progresif yang aplikatif bagi pembangunan daerah.

Diketahui, kegiatan ini diprakarsai Ketua Karang Taruna Kampus Sulawesi Selatan Andi Raja Gau, Ketua HIPMI PT UNM Ahmad Mujaddid dengan Gymzar Gybran Akmal sebagai Ketua Panitia.

Melalui forum ini, diharapkan pemuda Sulawesi Selatan kian siap mengambil peran aktif sebagai agen perubahan, penggerak pembangunan sosial, serta pelaku utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan dan berkelanjutan menuju 2026.

“Pemuda bukan penonton perubahan, tapi pemeran utamanya. Kalau pemuda hanya duduk dan diam, maka masa depan akan berjalan tanpa kita,” tegas Andi Raja Gau. (*)