RastraNews.id, Palu – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Persatuan Golf Palu (PGP), sebagai langkah strategis penataan aset daerah sekaligus menghidupkan kembali aktivitas lapangan golf di Kota Palu.

Penandatanganan berlangsung di Ruang Rapat Polibu Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Selasa (21/4/2026), dipimpin langsung oleh Gubernur Anwar Hafid.

Dalam keterangannya, Anwar Hafid menyebut kesepakatan ini merupakan hasil proses panjang melalui diskusi dan negosiasi intensif antara pemerintah daerah dan pihak terkait.

“Alhamdulillah hari ini kita sampai pada satu titik kesepakatan menuju Sulawesi Tengah yang lebih maju, lebih tertib, dan lebih rapi di masa yang akan datang,” ujarnya.

Ia menjelaskan, MoU tersebut menjadi penegasan ulang atas kesepakatan sebelumnya yang kini diperkuat untuk memastikan tidak ada lagi persoalan di kemudian hari, khususnya terkait status kepemilikan aset pemerintah daerah.

Melalui kesepakatan ini, aset daerah dipastikan berstatus sah sebagai Aset Penggunaan Lain (APL), sementara pengelolaan dan pengembangan lapangan golf akan dilakukan oleh mitra dari Persatuan Golf Palu.

“Tujuan kita semua tercapai. Pemerintah daerah memiliki aset yang legal, dan lapangan golf bisa kembali aktif. Ini akan memberikan dampak positif dan menjadi daya tarik baru bagi Sulawesi Tengah, khususnya Kota Palu,” jelasnya.

Gubernur juga mengapresiasi keterbukaan PGP dalam membangun komunikasi hingga tercapainya kesepakatan bersama. Ia memastikan pemerintah akan segera menindaklanjuti proses administrasi melalui mekanisme APBD, termasuk penerbitan Hak Guna Bangunan (HGB).

Selain itu, dukungan dari Kantor Pertanahan Kota Palu juga diminta untuk mempercepat seluruh tahapan administrasi agar berjalan tertib dan memiliki kepastian hukum.

Menurut Anwar Hafid, kesepakatan ini menjadi contoh penyelesaian persoalan melalui dialog terbuka yang menghasilkan solusi saling menguntungkan.

“Ini adalah win-win solution. Tidak ada pihak yang dirugikan. Pemerintah daerah merasa diuntungkan, dan PGP juga demikian,” tegasnya.

Penandatanganan MoU ini sekaligus menjadi tonggak baru dalam pengelolaan aset daerah dan pengembangan olahraga golf di Sulawesi Tengah, dengan harapan mampu mendorong aktivitas ekonomi dan pariwisata di wilayah tersebut.