RastraNews.id, Palopo – Penjabat Sekretaris Daerah Zulkifli Halid meresmikan Gedung Layanan Perpustakaan Kota Palopo sekaligus membuka Lomba Bertutur tingkat SD/MI se-Kota Palopo Tahun 2026, Sabtu (2/5/2026).
Peresmian gedung baru yang dikelola Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Palopo ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam memperkuat budaya literasi melalui fasilitas yang lebih modern dan representatif.
Gedung perpustakaan tersebut terdiri dari tiga lantai dengan fungsi berbeda. Lantai pertama diperuntukkan bagi anak usia dini yang dilengkapi alat permainan edukatif dan koleksi buku anak. Lantai kedua menyediakan berbagai bahan bacaan untuk semua kalangan, sementara lantai ketiga difungsikan sebagai aula, ruang diskusi, serta ruang referensi yang menyimpan koleksi buku langka yang tidak dapat dipinjamkan.
Selain menghadirkan fasilitas baru, pemerintah daerah juga mendorong optimalisasi layanan, termasuk rencana pengoperasian pada akhir pekan guna memperluas akses masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, digelar Lomba Bertutur tingkat SD/MI yang diikuti 80 siswa dengan mengangkat tema kepahlawanan dan legenda rakyat Sulawesi Selatan. Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan minat baca sekaligus melestarikan budaya lokal di kalangan generasi muda.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Palopo, Asnita Darwis, mengatakan lomba tersebut menjadi sarana membangun semangat literasi sejak dini di tengah derasnya arus teknologi informasi.
“Melalui lomba ini, kami ingin mendorong pelajar lebih fokus, kreatif, dan mencintai budaya lokal,” ujarnya.
Sementara itu, Zulkifli Halid menegaskan bahwa tradisi bertutur merupakan warisan budaya yang sarat nilai moral dan harus terus dijaga keberlanjutannya.
“Lomba seperti ini penting untuk melatih keberanian, kepercayaan diri, sekaligus menanamkan kecintaan terhadap budaya daerah,” katanya.
Ia juga menekankan komitmen Pemerintah Kota Palopo dalam meningkatkan kualitas pendidikan dasar sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia.
Menurutnya, perpustakaan tidak lagi sekadar tempat menyimpan buku, tetapi harus menjadi pusat pengembangan wawasan, ilmu pengetahuan, serta penguatan karakter masyarakat.
“Kami berharap seluruh ASN dan masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas ini dengan baik, sehingga budaya membaca semakin tumbuh di Kota Palopo,” pungkasnya.

