RastraNews.id, Makassar – Pemkot Makassar dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) Kementerian Perhubungan menandatangani Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) sebagai bentuk penguatan sinergi dalam pengembangan pendidikan transportasi laut dan pembangunan kawasan strategis di Kota Makassar.

Penandatanganan NPHD berlangsung di Baruga Anging Mammiri, Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Senin (22/6/2026), dan dihadiri Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Kepala BPSDMP Kementerian Perhubungan Suharto, serta jajaran terkait.

Melalui perjanjian tersebut, Pemerintah Kota Makassar menghibahkan sebidang tanah milik daerah kepada BPSDMP, dalam hal ini Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar, guna mendukung pemenuhan fasilitas operasional sekaligus pengembangan institusi pendidikan transportasi laut di bawah Kementerian Perhubungan.

Hibah tersebut merupakan bagian dari skema hibah timbal balik antarinstansi. Sebelumnya, PIP Makassar telah menghibahkan bangunan akses jalan kepada Pemerintah Kota Makassar guna mendukung pembangunan Stadion Untia yang saat ini menjadi salah satu proyek strategis daerah.

Dalam kesempatan itu, Sekretaris Daerah Kota Makassar Andi Zulkifli Nanda dan Direktur PIP Makassar Rudy Susanto menandatangani dokumen perjanjian sebagai bentuk komitmen bersama dalam pelaksanaan kerja sama tersebut.

Kepala BPSDMP Kementerian Perhubungan, Suharto, mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Makassar yang dinilai memiliki visi yang sama dalam memaksimalkan pemanfaatan aset negara untuk kepentingan masyarakat.

“Alhamdulillah, dengan visi Pak Wali yang visioner, kita sama-sama mempunyai visi yang sama yaitu bagaimana aset yang ada itu memberikan kemaslahatan kepada masyarakat,” ujar Suharto.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam mendorong percepatan pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sementara itu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengatakan kesepakatan tersebut menjadi langkah strategis dalam mendukung percepatan pembangunan kawasan Untia yang saat ini terus berkembang sebagai kawasan baru dengan berbagai proyek infrastruktur.

“Pada malam hari ini kita menyelesaikan satu kegiatan. Barang ini dari negara dan akan dimanfaatkan oleh negara juga, sehingga tidak ada kata lain selain dipercepat dan dilaksanakan,” kata Munafri.

Munafri menjelaskan, kawasan Untia saat ini tengah dipersiapkan menjadi salah satu pusat pertumbuhan baru Kota Makassar. Selain pembangunan Stadion Untia, berbagai fasilitas penunjang lainnya juga terus didorong agar kawasan tersebut semakin berkembang.

Menurutnya, keberadaan PIP Makassar sebagai institusi pendidikan maritim memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan kawasan sekaligus memperkuat posisi Makassar sebagai kota maritim.

Pada kesempatan yang sama, Munafri juga memaparkan kepada jajaran BPSDMP mengenai program transportasi laut antar-pulau atau pete-pete laut yang baru dioperasikan Pemerintah Kota Makassar.

Program tersebut, kata dia, menjadi salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan aksesibilitas masyarakat di wilayah kepulauan, khususnya delapan pulau berpenghuni yang berada dalam wilayah administrasi Kota Makassar.

“Program ini kami hadirkan untuk memperkuat konektivitas masyarakat kepulauan, terutama bagi warga di pulau-pulau terluar agar akses transportasi dan pelayanan publik semakin baik,” jelasnya.

Ia berharap kolaborasi antara Pemerintah Kota Makassar dan Kementerian Perhubungan dapat terus diperkuat, tidak hanya dalam pengembangan pendidikan maritim, tetapi juga dalam peningkatan layanan transportasi yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. (*)