MAROS, RastraNews.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros mulai merealisasikan proyek peningkatan infrastruktur jalan di berbagai wilayah.
Salah satu pekerjaan yang segera dilaksanakan adalah peningkatan ruas Jalan Kuri Caddi dengan panjang mencapai 530 meter.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan, dan Permukiman (PUTRPP) Maros, Muhammad Alif Husnaeni, mengatakan ruas jalan tersebut akan dibangun dengan lebar 4,5 meter.
“Nilai kontrak pekerjaan mencapai Rp1.186.483.165,” ujar Alif, Jumat (17/7/2026).
Ia menjelaskan, proyek Jalan Kuri Caddi telah memasuki tahap kontrak sehingga pekerjaan fisik akan segera dimulai.
Pemerintah menargetkan seluruh proses pembangunan dapat diselesaikan sebelum akhir tahun atau paling lambat Desember 2026.
Meski demikian, Alif mengakui penanganan infrastruktur di kawasan Kuri Caddi masih belum sepenuhnya tuntas. Hingga kini masih terdapat sekitar dua kilometer ruas jalan yang membutuhkan peningkatan pada tahap berikutnya.
Selain Jalan Kuri Caddi, Dinas PUTRPP Maros juga mengerjakan sejumlah proyek peningkatan jalan di berbagai kecamatan.
Lokasi pekerjaan tersebar di Tompobulu, Moncongloe, Tanralili, Mallawa, Bantimurung, Cenrana, Turikale, Camba, hingga Mandai.
Pada tahun anggaran 2026, Pemkab Maros mengalokasikan dana sekitar Rp21 miliar untuk program penanganan jalan.
Anggaran tersebut ditujukan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas jalan dengan total panjang sekitar 10 kilometer di sejumlah wilayah.
Sebelumnya, Bupati Maros Chaidir Syam menyampaikan bahwa Dinas PUPR menjadi organisasi perangkat daerah (OPD) dengan realisasi serapan anggaran paling rendah hingga semester pertama 2026, yakni sekitar 15 persen.
Menurut Chaidir, kondisi tersebut terjadi karena sebagian besar proyek fisik masih berada pada tahapan pengadaan barang dan jasa, termasuk proses tender sejumlah proyek jalan dan jembatan.
“Karena pekerjaan saat ini masih dalam proses pengadaan, misalnya tender proyek jalan dan jembatan. Saat ini sudah masuk di ULP sehingga pembayaran anggarannya baru dilakukan setelah pekerjaan mulai berjalan,” jelasnya.
Meski serapan anggaran masih rendah pada semester pertama, Chaidir memastikan pelaksanaan berbagai proyek infrastruktur akan dipercepat pada paruh kedua tahun ini.
Salah satu proyek prioritas adalah peningkatan Jalan Bontosomba–Bontomanurung dengan nilai anggaran sekitar Rp10 miliar.
Selain itu, pemerintah daerah juga melanjutkan pembangunan ruas Jalan Bontomanurung–Bontotinggi menuju kawasan Malino dengan anggaran sekitar Rp5 miliar.
Pemkab Maros berharap seluruh proyek peningkatan jalan, termasuk ruas Jalan Kuri Caddi dan pekerjaan di sejumlah kecamatan lainnya, dapat selesai sesuai target sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat. []

