Rastranews.id, Luwu Timur – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur (Pemkab Lutim) terus mendorong peran aktif komunitas masyarakat, termasuk komunitas otomotif, dalam mendukung pembangunan sosial dan budaya di daerah.

Komitmen tersebut disampaikan Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Parmudora) Luwu Timur, Muhammad Safaat DP, saat mewakili Bupati dalam acara Deklarasi dan Anniversary 1 Dekade CB Hai Bro Luwu Timur di Permandian Alam Uelanti, Kecamatan Mangkutana, Sabtu (4/4/2026).

Safaat menegaskan, komunitas otomotif memiliki peran strategis, tidak sekadar menjadi wadah penyaluran hobi, tetapi juga mitra pemerintah dalam menumbuhkan nilai kebersamaan, kepedulian sosial, serta budaya tertib di tengah masyarakat.

“Komunitas seperti CB Hai Bro ini bukan hanya soal hobi, tetapi juga tentang kebersamaan dan kontribusi nyata kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menilai, keberadaan komunitas seperti CB Hai Bro Luwu Timur dapat menjadi motor penggerak dalam membangun solidaritas sosial sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih tertib dan berbudaya.

Karena itu, Pemkab Lutim berharap komunitas tersebut terus berkembang menjadi organisasi yang solid dan berdampak positif bagi lingkungan sekitar.

“Saya berharap komunitas CB Hai Bro Luwu Timur tidak hanya solid di jalan, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Jadilah pelopor keselamatan berkendara, pelopor tertib berlalu lintas, serta pelopor kegiatan sosial,” tegasnya.

Safaat juga mengingatkan pentingnya menjaga citra organisasi di tengah masyarakat. Ia meminta seluruh anggota komunitas dapat menunjukkan sikap yang mencerminkan nilai-nilai positif, sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan yang aman dan tertib.

Perayaan satu dekade CB Hai Bro Luwu Timur berlangsung meriah dengan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari rolling bikers, deklarasi komunitas, hiburan musik, hingga pembagian doorprize.

Momentum ini sekaligus dimanfaatkan Pemkab Lutim untuk memperkuat sinergi dengan komunitas otomotif dalam mendukung pembangunan daerah berbasis partisipasi masyarakat.