Rastranews.id, Luwu Timur – Proses pengajuan Danau Matano sebagai kawasan Geopark Nasional terus bergerak progresif, dengan penyusunan Rencana Induk Geopark (RIG) kini menjadi fokus utama yang tengah dikebut.
General Manager Geopark Internasional Maros-Pangkep, Deddy Irfan Bachri, yang juga tergabung dalam tim penyusunan RIG mengungkapkan bahwa RIG merupakan salah satu dokumen kunci dalam proses pengajuan Geopark Nasional.
“Proses pengajuan Danau Matano menjadi kawasan Geopark Nasional tengah berjalan progresif khususnya dalam penyusunan Rencana Induk Geopark (RIG) sebagai salah satu dokumen utama dalam pengajuan tersebut,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).
Menurut Deddy, penyusunan dokumen ini melibatkan kolaborasi berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dan Universitas Hasanuddin.
Keterlibatan tersebut mencakup kajian lintas disiplin, mulai dari geologi, arkeologi, hingga perencanaan kawasan yang mengintegrasikan tiga pilar utama Geopark.
“Di mana keterlibatan ini mencakup studi geologi, arkeologi, dan penyusunan rencana induk untuk mengintegrasikan warisan geologi (geoheritage), keanekaragaman hayati (biodiversity), dan budaya lokal (cultural diversity),” jelasnya.
Ia menambahkan, target keterpenuhan seluruh dokumen utama untuk pengajuan Geopark Nasional diharapkan dapat rampung pada tahun ini.
Pengajuan Geopark ini tidak hanya berorientasi pada pengakuan status, tetapi juga akan berdampak pada arah pengelolaan kawasan Danau Matano ke depan.
Deddy menjelaskan, jika ditetapkan sebagai Geopark, kawasan danau akan mengarah pada konsep konservasi yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.
“Upaya dari Pemkab Lutim untuk penataan daerah di sekitar Danau Matano ini juga berkaitan dengan pengajuan Danau purba ini menjadi kawasan Geopark. Sebab nantinya wilayah danau akan menjadi kawasan konservasi,” ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, Pemkab Luwu Timur pun mempercepat penyusunan Peraturan Bupati tentang pemanfaatan ruang Danau Matano, yang diperkuat melalui konsultasi ke Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum di Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Lutim, Andi Juana Fachruddin, menegaskan bahwa arah kebijakan daerah tidak semata mendorong pariwisata, tetapi memastikan keberlanjutan lingkungan sebagai fondasi utama.
“Danau Matano ini adalah aset strategis daerah yang harus dijaga keseimbangannya. Kita tidak hanya bicara pengembangan pariwisata, tetapi juga keberlanjutan lingkungan yang menjadi penopangnya,” ujarnya. (MA)

