RastraNews.id, Gowa — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa memperkuat upaya pencegahan korupsi melalui rapat koordinasi bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), di Baruga Pattingalloang, Kantor Bupati Gowa, Kamis (12/3/2026).

Rapat koordinasi ini diikuti oleh pimpinan perangkat daerah lingkup Pemkab Gowa dan difokuskan pada identifikasi titik-titik rawan dalam tata kelola pemerintahan daerah serta langkah perbaikan sistem agar potensi penyimpangan dapat dicegah sejak dini.

Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, mengatakan forum tersebut menjadi ruang penting bagi pemerintah daerah untuk melihat secara terbuka area yang masih memiliki kerawanan dalam sistem pemerintahan.

“Forum seperti ini membantu kita melihat lebih jelas titik rawan dalam sistem pemerintahan, sehingga perbaikannya bisa dilakukan lebih cepat,” ujarnya.

Dalam rakor tersebut, pemerintah daerah bersama tim KPK membahas sejumlah sektor strategis yang dinilai memiliki potensi kerawanan, di antaranya pengelolaan Aparatur Sipil Negara (ASN), pengadaan barang dan jasa, serta optimalisasi pendapatan daerah.

Pendalaman ini juga menjadi bagian dari penguatan implementasi Monitoring Controlling Surveillance for Prevention (MCSP), sistem yang digunakan untuk memetakan risiko sekaligus memperbaiki tata kelola di berbagai sektor pemerintahan.

Menurut Husniah, penguatan sistem pencegahan korupsi akan berdampak langsung pada kualitas pelayanan publik dan efektivitas penggunaan anggaran pembangunan daerah.

“Kalau sistem semakin transparan dan akuntabel, maka dampaknya bukan hanya pada tertib administrasi. Yang paling penting, masyarakat akan merasakan pelayanan yang lebih baik dan pembangunan yang berjalan lebih tepat sasaran,” katanya.

Ia menegaskan bahwa pencegahan korupsi membutuhkan komitmen seluruh perangkat daerah agar integritas menjadi budaya kerja dalam menjalankan tugas pemerintahan.

“Integritas birokrasi harus menjadi budaya kerja kita bersama. Jika seluruh perangkat daerah bekerja dengan prinsip itu, maka ruang untuk penyimpangan akan semakin sempit dan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah akan semakin kuat,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Satuan Tugas IV.2 Koorsup Wilayah IV KPK, Tri Budi Rochmanto, menekankan bahwa penguatan integritas merupakan kunci utama dalam membangun tata kelola pemerintahan yang bersih.

Menurutnya, berbagai sistem pengawasan yang dibangun pemerintah daerah hanya akan berjalan efektif apabila didukung komitmen integritas dari seluruh aparatur.

“Pencegahan korupsi pada dasarnya adalah soal integritas. Integritas itu seperti iman, kadang naik kadang turun. Karena itu harus terus dikuatkan melalui komitmen bersama agar setiap proses pemerintahan tetap berjalan di jalur yang benar,” ujarnya.

Ia berharap komitmen tersebut dapat mendorong peningkatan penilaian pencegahan korupsi di Kabupaten Gowa seiring dengan penguatan sistem dan tata kelola pemerintahan yang terus dilakukan.

Kegiatan ini juga dihadiri Darmawangsyah Muin selaku Wakil Bupati Gowa, Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa Andy Azis, PIC Koorsup Wilayah Sulawesi Selatan Maskur Seto Samiaji, serta tim analis tindak pidana korupsi dari KPK. (*)