Rastranews.id, Luwu Timur — Pemerintah Daerah (Pemda) Luwu Timur menegaskan komitmennya dalam mendukung pelestarian budaya lokal sebagai bagian penting dari pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Luwu Timur, Puspawati Husler, saat menghadiri Pagelaran Budaya Musyawarah Adat Padoe di Lapangan Karelai, Kecamatan Wasuponda, Jumat (27/3/2026).

Dalam sambutannya, Puspawati menekankan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada sektor ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga harus berjalan seiring dengan penguatan nilai-nilai budaya masyarakat.

“Pelestarian budaya adalah tanggung jawab bersama. Semua elemen masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga dan mewariskan nilai-nilai budaya kepada generasi muda,” tegasnya.

Ia mengapresiasi antusiasme masyarakat dalam pagelaran tersebut, yang dinilai mencerminkan kecintaan kuat terhadap budaya lokal.

“Saya bangga melihat keterlibatan masyarakat, baik sebagai penampil maupun penonton. Ini menunjukkan budaya kita masih hidup dan dijaga dengan baik,” ujarnya.

Puspawati juga mengingatkan pentingnya menjadikan momentum kegiatan budaya sebagai upaya memperkuat komitmen di tengah derasnya arus globalisasi.

“Kita harus memastikan budaya tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman,” tambahnya.

Ia berharap pagelaran budaya seperti Musyawarah Adat Padoe dapat terus digelar secara berkelanjutan dengan melibatkan generasi muda, guna menjaga eksistensi warisan budaya dari generasi ke generasi.

Sementara itu, Mohola Padoe, Meriban Malotu, menyebut kegiatan tersebut bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan wadah memperkuat persatuan dan komitmen masyarakat Padoe agar semakin maju dan berdaya.

“Generasi muda harus terus berkarya. Masa depan Padoe ada di tangan kalian. Kami juga berharap dukungan dari berbagai pihak terus berlanjut,” ujarnya.

Pembukaan pagelaran ditandai dengan pemukulan gong oleh Wakil Bupati Puspawati Husler bersama Mohola Padoe, disaksikan anggota DPRD, unsur Forkopimda, serta sejumlah pejabat daerah lainnya.

Acara turut dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan seni, mulai dari tarian tradisional, defile budaya, hingga drama kolosal yang mengangkat kisah perjuangan Suku Padoe.