Makassar, RastraNews.id – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memperkuat sinergi dengan perusahaan pelayaran nasional maupun internasional guna mendorong terwujudnya jaringan logistik nasional yang lebih terintegrasi dan efisien.
Komitmen tersebut dibahas dalam Coffee Session bertema Strategic Business Discussion yang digelar di Ruang Rapat Akhlak, Lantai 7 Kantor Pelindo Regional 4, Makassar, Selasa (4/8).
Forum ini menjadi wadah dialog strategis antara Pelindo dan para pelaku industri pelayaran untuk menyelaraskan implementasi Pelindo Indonesia Network Pendulum (PINP), sebuah program transformasi yang bertujuan meningkatkan efisiensi rantai pasok sekaligus memperkuat daya saing logistik nasional.
Kegiatan tersebut dihadiri Direktur Komersial PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Farid Padang, Executive Director 4 Pelindo Regional 4 Abdul Azis, serta sejumlah perusahaan pelayaran, di antaranya PT Salam Pacific Indonesia Lines (SPIL), PT Tanto Intim Line, PT Meratus Line, dan SITC.
Direktur Komersial Pelindo, Farid Padang, mengatakan transformasi melalui PINP tidak hanya berfokus pada pengembangan jaringan pelayaran, tetapi juga membangun ekosistem logistik yang lebih efisien, terintegrasi, dan memberikan manfaat bagi seluruh pelaku usaha.
“Melalui forum seperti ini kami ingin memastikan setiap kebijakan dan program yang dijalankan Pelindo dibangun bersama para pengguna jasa. Kolaborasi menjadi kunci untuk menciptakan jaringan logistik yang lebih andal, meningkatkan kepastian jadwal pelayaran, sekaligus menekan biaya logistik nasional,” ujar Farid.
Menurut Farid, implementasi PINP yang ditargetkan mulai berjalan tahun ini akan difokuskan pada pengurangan ketidakseimbangan arus muatan (cargo imbalance) melalui sistem jaringan pelayaran yang terintegrasi.
Program tersebut mencakup konsolidasi muatan, peningkatan kepastian jadwal kapal, hingga pemberian skema insentif bagi perusahaan pelayaran yang mampu meningkatkan koefisien muatan.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat konektivitas antarpelabuhan sekaligus meningkatkan tingkat utilisasi terminal di berbagai wilayah Indonesia.
Farid menegaskan, keberhasilan implementasi PINP sangat bergantung pada komitmen bersama antara Pelindo, perusahaan pelayaran, dan para pemilik barang.
Karena itu, Pelindo terus menggelar roadshow serta diskusi dengan berbagai pemangku kepentingan sebagai bagian dari tahapan implementasi program.
Sementara itu, Executive Director 4 Pelindo Regional 4, Abdul Azis, menilai kawasan timur Indonesia memiliki posisi strategis dalam mendukung implementasi PINP karena menjadi salah satu simpul utama jaringan logistik nasional.
“Pelindo Regional 4 siap menjadi mitra strategis bagi seluruh pengguna jasa dalam mengimplementasikan berbagai inisiatif transformasi perusahaan. Kami ingin memastikan setiap perubahan yang dilakukan mampu memberikan kemudahan operasional, meningkatkan efisiensi, serta menciptakan nilai tambah bagi pelanggan,” kata Abdul Azis.
Ia menambahkan, berbagai masukan dari perusahaan pelayaran menjadi bagian penting dalam penyempurnaan program transformasi sehingga kebijakan yang diterapkan benar-benar mampu menjawab kebutuhan industri.
Apresiasi terhadap forum tersebut juga disampaikan Branch Manager Makassar PT Meratus Line, Ngurah Gede Santha Dharma.
Menurutnya, diskusi yang difasilitasi Pelindo membuka ruang komunikasi yang lebih intensif antara operator pelabuhan dan para pengguna jasa.
“Forum seperti ini sangat positif karena memberikan kesempatan bagi pelaku usaha untuk menyampaikan masukan secara langsung sekaligus memahami arah transformasi yang sedang dijalankan Pelindo. Kami berharap sinergi yang telah terbangun dapat terus diperkuat sehingga bersama-sama mampu meningkatkan efisiensi operasional dan mendukung kelancaran distribusi logistik nasional,” ujarnya.
Melalui forum tersebut, Pelindo berharap kolaborasi yang semakin erat dengan perusahaan pelayaran dapat mempercepat implementasi transformasi layanan kepelabuhanan, memperkuat konektivitas antarpelabuhan, serta mendorong terciptanya ekosistem logistik nasional yang lebih efisien, kompetitif, dan berkelanjutan.
Transformasi ini juga diharapkan memberikan manfaat nyata bagi Pelindo maupun para pengguna jasa, mulai dari meningkatnya kepastian jadwal kapal, optimalisasi utilisasi terminal, penurunan biaya logistik, hingga meningkatnya daya saing sektor pelayaran nasional. []

