Makassar – Pasca insiden anarki yang terjadi di Makassar, Jumat (29/8/2025) malam, Panglima Kodam (Pangdam) XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Windiyatno, memastikan sebanyak 2.112 personel gabungan TNI dari tiga matra telah disiagakan untuk mengamankan Ibu Kota Sulawesi Selatan tersebut.

Kekuatan ini merupakan bentuk antisipasi dan koordinasi cepat TNI untuk mencegah terjadinya eskalasi dan gangguan lebih lanjut.

Dalam keterangannya, Mayjen Windiyatno menjelaskan 2.112 personel gabungan telah disiagakan dan difokuskan pada titik-titik rawan, sambil tetap menjaga objek-objek vital nasional seperti gudang Bulog dan Kantor Bank Indonesia.

Menurutnya, kehidupan masyarakat sudah berjalan normal seperti biasa. “Alhamdulillah, sampai saat ini masyarakat di Sulawesi Selatan sudah kondusif, sudah berjalan sebagaimana mestinya sesuai dengan kehidupan kita sehari-hari,” ujar Mayjen Windiyatno, Sabtu (30/8/2025).

Katanya, saat ini proses pemulihan pasca kerusuhan telah dilakukan. Puing-puing dan kerusakan di gedung DPRD Provinsi, DPRD Kota Makassar, serta di sepanjang jalan raya, sedang dibersihkan melalui kolaborasi TNI dengan instansi terkait seperti Dinas Kebersihan.

Tujuannya agar aktivitas masyarakat tidak terusik. Untuk mengamankan situasi, TNI berkoordinasi dengan TNI AL, TNI AU, dan kepolisian.

Mayjen Windiyatno juga memberikan data sementara terkait kerusakan dan korban. Insiden tersebut mengakibatkan kerusakan pada dua gedung DPRD, dua pos polisi, satu pos keamanan Kejaksaan Tinggi, serta 67 unit mobil dan 15 sepeda motor yang hangus terbakar.

Pangdam menghimbau seluruh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemuda untuk bersama-sama menjaga perdamaian di Sulawesi Selatan. Ia menegaskan bahwa meskipun menyampaikan pendapat adalah hak yang dilindungi undang-undang, hal tersebut harus dilakukan dengan cara yang santun dan tidak mengganggu kepentingan umum.

“Mari kita sama-sama menjaga hati kita, menjaga emosional kita dalam rangka menghadapi suatu persoalan sehingga kita bisa melalui jalan lebih damai,” pesannya. (HL)