RastraNews.id, Makassar — Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko menegaskan pertahanan Indonesia tidak hanya bertumpu pada kekuatan militer. Menurutnya, kekuatan rakyat dan sinergi seluruh komponen bangsa menjadi bagian penting dalam sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta (Sishankamrata).

Hal itu disampaikan Bangun Nawoko saat menjadi narasumber pada Musyawarah Daerah (Musda) IX Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan di Hotel Four Points by Sheraton, Makassar, Sabtu (22/8/2026).

Dalam paparannya, Pangdam menekankan pentingnya memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat sebagai fondasi sistem pertahanan nasional.

“Kemanunggalan TNI dan rakyat, sesuai UU TNI, merupakan sistem pertahanan kita. Kekuatan inti adalah kekuatan utama yang akan mengkoordinir dan menggerakkan komponen pendukung lainnya,” kata Bangun.

TNI Tak Hanya Soal Pertahanan

Bangun mengatakan peran TNI dalam kehidupan berbangsa tidak berhenti pada aspek pertahanan dan keamanan. TNI juga memiliki tanggung jawab membantu pemerintah dan masyarakat dalam berbagai sektor pembangunan.

Ia mencontohkan keterlibatan TNI dalam mendukung ketahanan pangan, mulai dari cetak sawah, optimalisasi lahan hingga penyerapan gabah.

Selain itu, TNI turut terlibat dalam pembangunan jembatan perintis, koperasi, pesantren hingga sekolah.

Menurut dia, berbagai kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan TNI di tengah masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan nasional dari tingkat paling bawah.

Bangun menilai semangat kebersamaan antara TNI, ulama dan masyarakat bukan sesuatu yang baru. Hubungan tersebut telah menjadi bagian dari sejarah perjuangan bangsa dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan.

Ulama Diminta Perkuat Persatuan

Dalam forum yang mempertemukan unsur TNI, ulama dan pemerintah tersebut, Pangdam juga menyoroti pentingnya menjaga kekayaan sumber daya alam dan mineral Indonesia sebagai aset strategis bangsa.

Di tengah tantangan pembangunan dan dinamika sosial, ia menilai ulama memiliki posisi penting dalam menjaga persatuan serta menanamkan kecintaan terhadap tanah air.

Karena itu, Bangun mengajak seluruh elemen bangsa tidak hanya berbicara mengenai pembangunan di pusat-pusat kota, tetapi juga memastikan kemajuan menyentuh masyarakat hingga pelosok.

“Mari kita sama-sama membangun negeri ini dari ujung-ujung kampung sampai ke kota besar dengan semangat persatuan dan kesatuan,” ujarnya.

Dorong Sinergi MUI dan Kodam

Pangdam berharap hubungan antara MUI Sulawesi Selatan dan Kodam XIV/Hasanuddin semakin erat melalui berbagai program kolaborasi.

Menurutnya, sinergi ulama dan TNI diperlukan untuk menciptakan situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif sekaligus mendukung pembangunan daerah.

“Harapan kita, MUI bersama Kodam XIV/Hasanuddin senantiasa berkolaborasi dan bersinergi untuk membangun Sulawesi Selatan, terutama dalam menciptakan dan menjaga situasi keamanan serta ketertiban di Sulsel,” pungkas Bangun.

Musda IX MUI Sulsel tersebut turut menghadirkan Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Ketua MUI Sulsel KH Najmuddin, serta Sekretaris Komisi Fatwa MUI Pusat KH Miftahul Huda.

Forum tersebut menjadi ruang memperkuat komunikasi antara unsur ulama, pemerintah dan TNI dalam menghadapi berbagai tantangan sekaligus mendorong pembangunan Sulawesi Selatan yang bertumpu pada persatuan dan gotong royong.