Rastranews.id, Makassar – Hj. Nursiah, owner biro perjalanan umrah, PT Cahaya Mulia Ilahi, membantah adanya tudingan melakukan penipuan terhadap sejumlah calon jamaah umrah.dan pegawai negeri sipil (PNS) asal Maros.
Hj. Nursiah mengatakan, dirinya sama sekali tidak pernah ada niat sama sekali untuk melakukan penipuan seperti yang ditudingkan sebelumnya.
“Saya tidak pernah sama sekali ada niat untuk menipu calon jamaah. Jadi, apa yang dikatakan calon jamaah yang merasa tertipu, itu tidak benar, “kata Nursiah, Kamis (27/11/2025).
Nursiah pun menceritakan, sebelumnya ia punya dua agen yang baru bergabung. Yakin Agen Mallawa, Nuriati dan Agen Bulurokeng, Musdalifa.
Dimana keduanya diberikan ketentuan dan kuota yang diharapkan bisa memenuhi, sehingga mereka bisa berangkat secara gratis.
Kedua agen ini, masing-masing punya jamaah yang ingin diberangkatkan melalui Biro Perjalanan Umrah, PT Cahaya Mulia Ilahi.
Agen Bulurokeng, Musdalifa, dari 18 jemaah yang terkumpul, dan beberapa yang memenuhi kewajibannya dengan membayar DP (pembayaran awal), ada 8 orang jamaah yang melakukan pelunasan dan siap untuk berangkat.
“In Sya Allah pada 23 Agustus 2025 mereka akan berangkat. Tapi, belum waktunya untuk berangkat, mereka malah melapor di Polrestabes Makassar atas dugaan penipuan, “cetusnya.
Lucunya lanjut Nursiah, kenapa ada pernyataan dari Agen Musdalifa ini, bahwa kalau tidak diberangkatkan 12 orang ini, maka yang 8 orang itu tidak bisa berangkat umrah. Sementara perlengkapan jamaah sudah diambil.
Sementara, dari Mallawa, Nuriati, ada 9 orang jamaah yang belum melakukan DP. Sehingga pihak Biro Perjalanan Umrah, PT Cahaya Mulia Ilahi, memohon agar secepatnya dilunasi full, supaya segala pengurusan, akomodasi dan keperluan selama perjalanan umrah tidak terhambat.
Saat dimediasi di Kemenag lanjut Nursiah, 8 org jamaah dari Mallawa siap untuk berangkat, artinya kesiapan membayar tinggal menunggu waktu. Tetapi, karena agitasi dari agen dan keluarganya, sehingga ke 8 orang calon jamaah tersebut batal ikut.
“Artinya, kan kasihan 8 orang tersebut harusnya akan berangkat, tapi gara-gara provokasi agen ini. Akhirnya, mereka pun batal berangkat, dan hal tersebut sangat merugikan kami, baik secara finansial dan nama baik kami pun tercemarkan,” kesalnya.
Saat pengurusan paspor lanjut Nursiah, dibuatkan rekomendasi dari travel, sebagai pendukung bahwa calon jamaah ini ingin beribadah umrah.
Semestinya calon jamaah saat dibuatkan rekomendasi sudah melakukan kewajibannya dengan melakukan pembayaran awal, tetapi karena kepercayaan serta melihat bahwa para agen ini sangat amanah, maka diberikan kebijakan untuk pelunasan setelah selesai pembuatan paspor.
“Pengeluaran surat rekomendasi travel untuk pendukung pembuatan paspor, sangat berarti bagi kami, jika terbukti setelah paspor dibuat dan terjadi penyalahgunaan tujuan dari awal, pihak travel bisa terkena sanksi yang sangat berat dan terkena Tindakan hukum oleh Aparat Penegak Hukum (teringat kasus TPPO), “lanjutnya.
“Kerugian kami adalah sudah melakukan DP untuk tiket sesuai jumlah jamaah dalam manifest yang ada, saat pembatalan oleh mereka, kami harus menutupi kekurangan tersebut, mencarikan jamaah sebagai pengganti sesuai seat pesawat yang dipesan dalam waktu dekat, “sambungnya.
Lebih lanjut Nursiah menegaskan, Travelnya bukan abal-abal dan memiliki izin resmi. Buktinya, travel miliknya kembali berangkatkan jamaah umrah.
“Travel kami itu bukan abal-abal, ada izinnya. Andaikan abal-abal tidak mungkin kami bisa berangkatkan jamaah umrah lagi. Amanah dan perjalanannya luar biasa bagi jemaah yang sudah pernah berangkat bersama PT. Cahaya Mulia Ilahi,” ucap Nursiah.
Lebih jauh Nursiah mengaku, justru Musdalifah pernah pinjam uang Rp 500 ribu, namun hingga saat ini belum dibayar.
“Rp500 ribu sedikit sebenarnya dan tidak pantas disebut. Tapi saya sudah sakit hati dicemarkan namaku yang tidak benar,” akunya.
Hj Nursiah menyebut, selain pinjam uang, Musdalifah saja sendri pinjam uang vaksin sampai sekarang belum diselesaikan ke Nursiah. Kemudian perlengkapan umrah 10 orang belum ada dikembalikan ke travel sampai sekarang.
“Masih ada koper ku 10 sama dia (Musdalifah), batik 12 lembar, mukena 6 lembar, ihram laki-laki 4, syal 10, tas paspor 10 dan buku panduan, “ujarnya.
Karena merasa tercemarkan namanya dan Travelnya, Nursiah mengaku sudah melaporkan hal itu di Polrestabes Makassar.
“Saya sudah laporkan ke Polrestabes Makassar atas dugaan pencemaran nama baik,”tutupnya.(JY)


