RastraNews.id, Makassar — Sekolah Islam Terpadu (SIT) Darul Fikri Makassar menggelar kegiatan open house di Jalan Meranti, Kompleks Amkop, Sabtu (16/5/2026).

Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada calon orang tua murid mengenai konsep pendidikan yang diterapkan di SIT Darul Fikri atau yang dikenal dengan Dafis School.

Ketua Yayasan SIT Darul Fikri, Rasyidin Adnan, mengatakan open house tahun ini menghadirkan banyak konsep baru dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Ini adalah kegiatan open house di mana kita menampilkan semua sisi dan aspek daripada Sekolah Islam Terpadu Darul Fikri Makassar untuk calon orang tua murid baru agar bisa melihat langsung bagaimana sekolah ini,” ujarnya.

Menurut Rasyidin, tahun ini pihak sekolah menghadirkan sekitar 10 zona edukasi interaktif yang dapat dinikmati anak-anak maupun orang tua.

Zona tersebut meliputi English Zone, mini soccer, kelas robotik, hingga berbagai permainan edukatif yang dirancang untuk mengembangkan aspek kognitif, afektif, dan motorik anak.

“Kita menghadirkan semua aspek, mulai dari kognitif, afektif, sampai motorik anak. Jadi orang tua bisa mendapatkan pengalaman baru ketika melihat sekolah ini,” jelasnya.

Salah satu yang paling menarik perhatian dalam open house kali ini adalah kehadiran “Dafibot”, robot setinggi sekitar tiga meter yang menjadi maskot baru sekolah.

Menurut Rasyidin, Dafibot merupakan simbol penguatan identitas Dafis School sebagai sekolah berbasis riset dan sains.

“Dafibot ini adalah perwujudan identitas kami sebagai sekolah riset. Ini ikhtiar guru dan tim riset untuk menguatkan aspek sains di sekolah,” katanya.

Ia menilai penguatan literasi, numerasi, dan sains menjadi tantangan penting dalam dunia pendidikan Indonesia, terutama berdasarkan data OECD yang menunjukkan kemampuan siswa Indonesia masih berada di bawah rata-rata negara maju dan berkembang.

Karena itu, SIT Darul Fikri berupaya menghadirkan pendidikan yang tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga pembentukan karakter berbasis nilai-nilai Al-Qur’an.

“Di visi Dafis itu ada nurturing Qur’anic character. Jadi yang utama adalah membangun karakter Qur’ani anak-anak. Tagline kami ‘Al-Qur’an akhlaknya, gemilang prestasinya’,” tuturnya.

Selain penguatan karakter, sekolah juga menargetkan lahirnya siswa berprestasi yang mampu bersaing di tingkat global.

“Akhlak tidak boleh keluar dari nilai Al-Qur’an, tetapi prestasinya harus mendunia,” tambahnya.

Untuk penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2026, SIT Darul Fikri menyiapkan kuota 150 siswa TK, 150 siswa SD, sekitar 80 siswa SMP, dan 50 siswa SMA.

Rasyidin mengungkapkan, hingga pertengahan Mei, tingkat pendaftaran sudah mencapai sekitar 80 persen untuk TK, hampir 90 persen untuk SD, 70 persen untuk SMP, dan 60 persen untuk SMA.

Ia berharap open house tersebut dapat memberikan pengalaman berbeda bagi para orang tua dalam memilih sekolah bagi anak-anak mereka.

“Kita ingin orang tua merasakan bahwa sekolah bukan sekadar tempat datang, duduk, lalu belajar, tetapi tempat yang menghadirkan pengalaman pendidikan yang berbeda,” pungkasnya. (*)