RastraNews.id, Palu – Musyawarah Daerah (Musda) V DPD Partai Demokrat Sulawesi Tengah akhirnya digelar di salah satu hotel di Jalan Sam Ratulangi, Palu, Minggu (10/5/2026), setelah mengalami penundaan selama dua hari dari jadwal awal yang direncanakan pada Jumat (8/5/2026).

Sejak pagi hingga sore hari, ratusan kader Partai Demokrat dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah tampak memadati lokasi pelaksanaan Musda.

Dalam forum tersebut, nama Gubernur Sulawesi Tengah sekaligus Ketua DPD Demokrat Sulteng, Anwar Hafid, masih menjadi figur terkuat untuk kembali memimpin partai berlambang mercy itu.

Dominasi dukungan terhadap mantan Bupati Morowali dua periode tersebut terlihat dari proses pendaftaran calon ketua DPD. Dari tiga kandidat yang sempat mengambil formulir, hanya Anwar Hafid yang mengembalikan berkas pencalonan.

Sementara dua kandidat lainnya disebut tidak memenuhi syarat dukungan minimal lima DPC Partai Demokrat kabupaten/kota di Sulawesi Tengah.

“Syarat menjadi calon ketua harus mendapat dukungan minimal lima DPC. Kemungkinan dua kandidat lainnya tidak memenuhi syarat itu sehingga tidak mengembalikan formulir,” ujar kader Demokrat Sulteng, Andi Baso Opu, di sela pelaksanaan Musda.

Ia menegaskan, mekanisme pemilihan ketua di Partai Demokrat tetap melalui proses Musda dan bukan sistem penunjukan langsung oleh DPP.

Menurutnya, tradisi demokrasi internal di tubuh Partai Demokrat tetap dijaga melalui mekanisme organisasi sesuai AD/ART partai.

Musda kali ini juga diwarnai pembahasan terkait dinamika nasional mengenai usulan pembatasan masa jabatan ketua umum partai politik yang sempat diwacanakan KPK.

Partai Demokrat secara tegas menolak wacana tersebut dan menilai pengaturan masa jabatan ketua umum merupakan urusan internal partai.

“Semua mekanisme diatur dalam AD/ART partai, bukan intervensi dari luar,” kata Andi Baso.

Sementara itu, salah satu kandidat yang sebelumnya mengambil formulir, Ikbal Khan, mengakui dirinya tidak berhasil memperoleh dukungan minimal dari DPC sehingga memilih tidak melanjutkan proses pencalonan.

Dengan kondisi tersebut, peluang Anwar Hafid untuk kembali terpilih secara aklamasi semakin terbuka lebar.

Menanggapi peluang tersebut, Anwar Hafid menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada peserta Musda.

“Kalau peserta Musda masih menginginkan saya memimpin Demokrat Sulawesi Tengah, sebagai kader tentu saya siap menjalankan amanah,” ujar Anwar.

Meski dukungan terhadap Anwar Hafid masih sangat kuat, sejumlah kader mulai mendorong adanya penyegaran dalam struktur kepengurusan partai.

Mantan Sekretaris DPD Demokrat Sulteng, Talitti Paluge, menilai regenerasi kader penting dilakukan agar organisasi semakin berkembang.

“Pak Anwar Hafid tetap menjadi panutan kader, tetapi di struktur kepengurusan perlu ada kaderisasi dan penyegaran,” katanya.

Musda V Demokrat Sulteng dinilai menjadi momentum penting bagi partai untuk memperkuat konsolidasi internal sekaligus menyiapkan strategi menghadapi agenda politik ke depan.