RastraNews.id, Makassar — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Ahlulbait Indonesia (ABI) Sulawesi Selatan menggelar kegiatan berbagi bersama anak yatim dan kaum duafa dengan memanfaatkan momentum Ramadan. Kegiatan ini didukung Yayasan Dana Mustadhafin dan sejumlah mitra.

Ketua DPW ABI Sulsel, Imran Latief, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk khidmat sosial untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat sekaligus mempererat kebersamaan.

Menurutnya, ABI sebagai organisasi kemasyarakatan Islam ingin membangun pemahaman yang lebih utuh di tengah masyarakat melalui aksi nyata, bukan perdebatan.

“Kami ingin mengurai berbagai stigma melalui khidmat. Prinsipnya sederhana, sebaik-baik manusia adalah yang paling memberi manfaat bagi sesama,” ujarnya disela-sela kegiatan di Jalan Sungai Tangka, Makassar, Ahad (1/3/2026).

Ia menjelaskan, kegiatan ini juga menjadi ruang silaturahmi dan jembatan dialog di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. ABI, kata dia, berkomitmen hadir sebagai bagian dari elemen bangsa yang turut berkontribusi positif.

Dalam kegiatan tersebut, ABI Sulsel menggandeng sejumlah mitra, di antaranya Yayasan Dana Mustadhafin dan YBM BRI-Link.

Rangkaian kegiatan difokuskan pada santunan anak yatim, pemberian makan bagi orang berpuasa, serta menghadirkan kebahagiaan bagi para penerima manfaat.

“Bisa jadi nilai bantuan yang diberikan tidak besar, tetapi senyum dan kebahagiaan anak-anak itu sangat berarti. Itu yang ingin kami hadirkan,” tutur Imran.

Awalnya panitia menargetkan program “Berkah 1.000 Yatim”, namun karena keterbatasan pendanaan, kegiatan kali ini diikuti sekitar 20 panti asuhan se-Kota Makassar.

Setiap panti mengirim kurang lebih 20 anak, sehingga total penerima manfaat mencapai sekitar 400 hingga 500 anak yatim.

Peserta yang diundang difokuskan pada anak usia sekolah, yakni rentang 6 hingga 13 tahun, agar bantuan dapat lebih tepat sasaran bagi anak-anak yang masih dalam masa pendidikan dasar dan menengah pertama.

ABI Sulsel berharap kegiatan sosial semacam ini dapat terus berlanjut dan menjadi jembatan kebersamaan di tengah masyarakat yang majemuk. (mu)