RastraNews.id, Luwu Timur – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Luwu Timur menggelar bimbingan teknis (bimtek) bagi pengelola perpustakaan tingkat SD dan SMP se-Kabupaten Luwu Timur guna meningkatkan kualitas pengelolaan sesuai Standar Nasional Perpustakaan (SNP).
Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, 30 April hingga 3 Mei 2026, ini dipusatkan di Hotel New Harapan Palopo dan diikuti puluhan pengelola perpustakaan sekolah. Pelaksanaan bimtek turut menggandeng Yayasan Paham Inovasi Mandiri.
Bimtek secara resmi dibuka oleh Asisten III Administrasi Umum Setdakab Luwu Timur, Askar Thahir. Dalam sambutannya, ia menegaskan peran strategis perpustakaan sekolah dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan budaya literasi.
“Perpustakaan harus bertransformasi menjadi pusat literasi yang aktif dan inovatif. Pengelola dituntut memiliki kompetensi mulai dari penataan koleksi, pelayanan, administrasi, hingga pemanfaatan teknologi informasi,” ujarnya.
Menurutnya, perpustakaan tidak lagi sekadar tempat penyimpanan buku, melainkan harus menjadi pusat belajar, sumber informasi, sekaligus ruang yang nyaman dan menarik bagi peserta didik.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Luwu Timur, Muhammad Syukri, menyebut kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan pemahaman pengelola agar mampu mengelola perpustakaan sesuai standar nasional.
“Bimtek ini juga menjadi ruang berbagi pengalaman dan memperkuat jejaring antar pengelola perpustakaan sekolah,” jelasnya.
Materi yang diberikan mencakup pengelolaan administrasi perpustakaan, pengolahan bahan pustaka, layanan perpustakaan, penataan ruang, pengembangan koleksi, hingga strategi peningkatan minat baca. Peserta juga dibekali pemahaman terkait akreditasi perpustakaan sekolah serta transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi dan praktisi, yakni Nasrullah, Dandi Darmadi, dan Nurnaningsih.
Di akhir kegiatan, panitia berharap seluruh pengetahuan yang diperoleh dapat diimplementasikan di masing-masing sekolah, sehingga perpustakaan semakin berkembang dan mampu menjadi pusat pembelajaran yang efektif serta menyenangkan bagi siswa dan guru.

